Lifestyle, Relationship

Ladies, Tahukah Berapa Usia yang Tepat untuk Menikah dalam Hitungan Matematika?

Ladies, sebagai wanita kamu tentu kerap mendapat hujan pertanyaan soal, “kapan nikah?” apalagi kalau momennya bertemu keluarga besar yaa. Nah Ladies, pertanyaan seperti demikian sudah lazim sekali terjadi ketika kamu akan memasuki usia yang dianggap cukup matang untuk mulai membina rumah tangga atau karena wanita memang dianggap memiliki usia kritis terkait dengan hal-hal biologis.

Nah, buat kamu para Ladies yang cukup produktif dan aktif berkegiatan sebenarnya kamu boleh saja santai perihal kapan kamu akan menikah. Tapi tahukah kamu, bahwa ketepatan waktu menikah tak seperti selama ini yang orang ukur-ukur. Karena secara ilmu pasti, kamu bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Penasaran kan? Yuk simak ulasan berikut ini.

Dalam sebuah buku yang berjudul Algoritms To Live By yang dikarang oleh Brian Christians dan Tom Griffiths, mengulas bagaimana matematika bisa memberikan masukan yang cukup logis mengenai waktu yang pas untuk kamu menentukan keseriusan dalam menjalin hubungan.

Yang pertama adalah :

Gunakan aturan patokan 37% bukan 100%.

Mari dijabarkan: dengan begitu banyak pilihan untuk dipertimbangkan (karir, tempat tinggal, tabungan, dan masa depan), Griffiths dan Christian mengatakan waktu terbaik untuk membuat keputusan adalah ketika kamu telah memeriksa ke 37% dari opsi yang ada tersebut.

Ada alasan di balik aturan 37%. Pada dasarnya, jika kamu meluangkan waktu hanya untuk memeriksa dan memastikan dengan patokan 100% dari opsi pertimbangan tersebut, peluang untuk melaksanakan pernikahanmu mungkin telah berlalu begitu saja, karena kamu merasa segalanya belum mencapai 100%. Tetapi pada titik patokan 37%, kamu dan pasangan telah memiliki pemahaman yang baik tentang hal-hal terkait pertimbangan tersebut tanpa perlu terlalu jauh memikirkan ke dalam lebih jauh lagi dan kamu akan merasa segalanya belum terpenuhi.

Lalu kapan usia yang paling tepat untuk menikah? Dalam penelitian yang dilakukan oleh kedua penulis tersebut, mereka menggunakan sampel usia antara 18 dan 40 di sini, dengan rentang 22 tahun. dan dengan menerapkan aturan yang berpatokan pada 37%, kita dapat menentukan usia optimal. Nah, jika kamu lihai dan pandai perihal matematika, kamu pasti sudah tahu jawabannya. Lakukan perhitungan tersebut berdua dengan pasanganmu, maka kalian akan memperoleh kesepakatan dari jawabannya.

 

Dan usia optimalnya adalah…..26 tahun

Tepat setelah ulang tahunmu yang ke 26, kamu sudah ada di titik yang akan mencapai 37% melalui perhitungan rentang jendela usia dari 18-40 tahun. Antara Christian dan Griffiths tidak menampik bahwa baik wanita maupun pria yang sudah menginjak usia 26 tahun, merupakan titik usia yang terbaik untuk menikah. Itu masuk akal, karena menikah di awal 20-an bagi kamu yang produktif mulai produktif di usia tersebut akan menghalangi kamu dari minat cinta dan lainnya di pertengahan usia 20-an. Akan tetapi bila kamu menunggu sampai menginjak usia 30-an sama saja kamu akan semakin kehilangan banyak ikan di laut. Sebuah penelitian hampir sejajar dengan teori ini. Menurut penelitian oleh sosiolog Universitas Utah, waktu terbaik untuk menikah adalah antara usia 28 dan 32 tahun.

 

Nah Ladies, perhitungan ini bukan merupakan patokan pasti kapan kamu memang harus menentukan komitmen untuk menikah. Pada dasarnya hal yang perlu dipertimbangkan adalah kesiapan lahir dan batin. Mental seseorang juga menjadi hal yang cukup krusial dalam membina keluarga sendiri. Selain itu, di Indonesia sendiri keluarga baik dari calon pengantin pria maupun wanita juga perlu dipikirkan. Jadi Ladies, jangan sungkan untuk menjawab pertanyaan, “kapan menikah?” dari siapapun. Karena hal menikah bukanlah sebuah kompetisi atau perlombaan yang harus adu kecepatan.

 

 

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply