Lagu Ini Dijamin Ngena Banget, Buat Kamu yang Mengalami Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Jatuh cinta memang berjuta rasanya dan hal ini juga bisa membuat seorang anak manusia melakukan banyak hal untuk bisa memperoleh cintanya. Beberapa diantaranya mampu mengungkapkan tapi beberapa lainnya hanya bisa menyimpan dalam-dalam. Bagaimana bila rasa cinta itu tidak berbalaskan? Ribuan perasaan tentu akan sangat bergejolak di dalam hati. Sakit memang rasanya kondisi perasaan yang tak bersambut, dan berikut ini beberapa lagu yang bisa menemani perasaan dan memberikan kamu pengertian.

Sam Smith – Not in That Way

And I hate to say I love you
When it’s so hard for me
And I hate to say I want you

When you make it so clear
You don’t want me

Sepenggal lirik dari penyanyi kenamaan ini memang cukup ngena ya. Mungkin Sam Smith lebih memilih memendam perasaannya dari pada merasakan kekecewaan yang dalam karena dia tahu bahwa cintanya tidak akan pernah berbalaskan. Sedih ya, Ladies.

Amy Lee – Sally’s Song

And will we ever end up together?
No, I think not, it’s never to become
For I am not the one

 

Dalam lirik lagu ini ada sepenggal kalimat, For I am not the one. Dan ini bener-bener bikin siapapun yang mendengar dan mengerti apalagi merasakannya makin jleb nyess. Iya, lagu lawas yang dire-make lagi oleh vokalis Evanescence, Amy Lee. Melalui warna suara mendayu dan melankolis miliknya, siapa pun yang mendengarkanya bakal jadi “metal” abis, alias melow total.

 

Adam Lambert – Sleepwalker

I walk around and I feel so lost and lonely
You’re everything that I want
But you don’t want me

Dari kutipan liriknya terasa banget bahwa lagu ini benar-benar lagu dengan tema patah hati karena cinta yang tak berbalas. Kata-kata you don’t want me, secara ekplisit menyampaikan gambaran perasaan pada situasi penolakan. Duh, terbayang ya betapa sakitnya.

 

Coldplay – Shiver

So, I look in your direction
But you pay me no attention, do you?
I know you don’t listen to me
‘Cos you say you see straight through me, don’t you?

Berangkat dari pengalaman pribadi sang vokalis, Shiver menjadi lagu patah hati yang cukup jleb nyes. Bagaimana tidak, lagu ini dikemas dalam sebuah ironi yang mana musiknya disajikan secara epik dan enerjik namun liriknya memiliki arti yang cukup bikin hati ini terpotek.

One Direction – More Than This

Apakah ada hal yang jauh lebih menyakitkan mengenai cinta dan patah hati ketika kita melihat orang yang diam-diam kita cintai sedang dalam romansa bersama orang lainnya yang dia cintai. Cinta bertepuk sebelah tangan memang sesakit itu, dan hal tersebutlah yang digambarkan oleh grup besutan ajang pencarian bakat One Direction. Dalam lagu ini, Nial Horan cs memang memberi gambaran nyata bagaimana sakitnya mengalami kondisi cinta bertepuk sebelah tangan.

And as I walk up to your door
My head turns to face the floor
‘Cause I can’t look you in the eyes and say
When he opens his arms and holds you close tonight
It just won’t feel right
‘Cause I can’t love you more than this

 

 

 

Ladies, Tahukah Berapa Usia yang Tepat untuk Menikah dalam Hitungan Matematika?

Ladies, sebagai wanita kamu tentu kerap mendapat hujan pertanyaan soal, “kapan nikah?” apalagi kalau momennya bertemu keluarga besar yaa. Nah Ladies, pertanyaan seperti demikian sudah lazim sekali terjadi ketika kamu akan memasuki usia yang dianggap cukup matang untuk mulai membina rumah tangga atau karena wanita memang dianggap memiliki usia kritis terkait dengan hal-hal biologis.

Nah, buat kamu para Ladies yang cukup produktif dan aktif berkegiatan sebenarnya kamu boleh saja santai perihal kapan kamu akan menikah. Tapi tahukah kamu, bahwa ketepatan waktu menikah tak seperti selama ini yang orang ukur-ukur. Karena secara ilmu pasti, kamu bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Penasaran kan? Yuk simak ulasan berikut ini.

Dalam sebuah buku yang berjudul Algoritms To Live By yang dikarang oleh Brian Christians dan Tom Griffiths, mengulas bagaimana matematika bisa memberikan masukan yang cukup logis mengenai waktu yang pas untuk kamu menentukan keseriusan dalam menjalin hubungan.

Yang pertama adalah :

Gunakan aturan patokan 37% bukan 100%.

Mari dijabarkan: dengan begitu banyak pilihan untuk dipertimbangkan (karir, tempat tinggal, tabungan, dan masa depan), Griffiths dan Christian mengatakan waktu terbaik untuk membuat keputusan adalah ketika kamu telah memeriksa ke 37% dari opsi yang ada tersebut.

Ada alasan di balik aturan 37%. Pada dasarnya, jika kamu meluangkan waktu hanya untuk memeriksa dan memastikan dengan patokan 100% dari opsi pertimbangan tersebut, peluang untuk melaksanakan pernikahanmu mungkin telah berlalu begitu saja, karena kamu merasa segalanya belum mencapai 100%. Tetapi pada titik patokan 37%, kamu dan pasangan telah memiliki pemahaman yang baik tentang hal-hal terkait pertimbangan tersebut tanpa perlu terlalu jauh memikirkan ke dalam lebih jauh lagi dan kamu akan merasa segalanya belum terpenuhi.

Lalu kapan usia yang paling tepat untuk menikah? Dalam penelitian yang dilakukan oleh kedua penulis tersebut, mereka menggunakan sampel usia antara 18 dan 40 di sini, dengan rentang 22 tahun. dan dengan menerapkan aturan yang berpatokan pada 37%, kita dapat menentukan usia optimal. Nah, jika kamu lihai dan pandai perihal matematika, kamu pasti sudah tahu jawabannya. Lakukan perhitungan tersebut berdua dengan pasanganmu, maka kalian akan memperoleh kesepakatan dari jawabannya.

 

Dan usia optimalnya adalah…..26 tahun

Tepat setelah ulang tahunmu yang ke 26, kamu sudah ada di titik yang akan mencapai 37% melalui perhitungan rentang jendela usia dari 18-40 tahun. Antara Christian dan Griffiths tidak menampik bahwa baik wanita maupun pria yang sudah menginjak usia 26 tahun, merupakan titik usia yang terbaik untuk menikah. Itu masuk akal, karena menikah di awal 20-an bagi kamu yang produktif mulai produktif di usia tersebut akan menghalangi kamu dari minat cinta dan lainnya di pertengahan usia 20-an. Akan tetapi bila kamu menunggu sampai menginjak usia 30-an sama saja kamu akan semakin kehilangan banyak ikan di laut. Sebuah penelitian hampir sejajar dengan teori ini. Menurut penelitian oleh sosiolog Universitas Utah, waktu terbaik untuk menikah adalah antara usia 28 dan 32 tahun.

 

Nah Ladies, perhitungan ini bukan merupakan patokan pasti kapan kamu memang harus menentukan komitmen untuk menikah. Pada dasarnya hal yang perlu dipertimbangkan adalah kesiapan lahir dan batin. Mental seseorang juga menjadi hal yang cukup krusial dalam membina keluarga sendiri. Selain itu, di Indonesia sendiri keluarga baik dari calon pengantin pria maupun wanita juga perlu dipikirkan. Jadi Ladies, jangan sungkan untuk menjawab pertanyaan, “kapan menikah?” dari siapapun. Karena hal menikah bukanlah sebuah kompetisi atau perlombaan yang harus adu kecepatan.

 

 

Ga Melulu Merana, Ini Keuntungannya Menjalani LDR

Ladies, banyak yang bilang dan membayangkan kalau jauh dari pasangan itu tidak enak. Karena menjalani hubungan jarak jauh atau biasa disebut dengan Long Distance Relationship atau LDR, tentunya banyak perasaan yang akan dirasa cukup berat. Mulai dari was-was, merasa tidak aman atau ragu-ragu, sampai beratnya menahan rindu kalau kata Dilan.

Namun bila kalian menjalani jenis hubungan seperti ini dilandasi dengan kedewasaan, kalian tentu akan menemukan beberpada keuntungan dan merasakan bahwa menjalani LDR itu tidak selamanya merana, bahkan banyak juga yang berakhir dengan serius dan mantap hidup bersama. Mau tau apa saja keuntungannya? Simak ulasan berikut ini.

Membangun kedewasaan

Sepertinya hal seperti ini udah menjadi sesuatu yang pasti bagi orang-orang yang menjalankan LDR. Percaya atau tidak, tanpa sadar kedewasaan mereka akan makna suatu hubungan akan semakin matang dan dewasa. Mereka yang menjalani LDR juga akan semakin memaknai esensi komunikasi walaupun hanya melalui sambungan telepon. Pasangan yang dewasa dalam menjalani hubungan biasanya akan saling support dan akan selalu memberikan value yang positif kepada masing-masing pasangan.

Menumbuhkan rasa saling percaya

Tentunya! LDR ini sebenarnya banyak melatih seseorang untuk memiliki kepercayaan dan kesabaran serta sikap positif lainnya. Baik sang pria ataupun sang wanita akan memiki rasa percaya satu sama lain yang semakin tumbuh dan kuat. Kepercayaan dan komunikasi memang menjadi kunci dalam tiap hubungan tidak hanya yang LDR saja, tapi juga bagi pasangan menjalani hubungan yang normal.

Semakin bijaksana menghadapi konflik

Tak bisa dipungkiri memang, setiap manusia pasti memiliki ego. Tak pandang usia, namun ego sebenarnya bisa ditekan apabila seseorang sudah memiliki kedewasaan yang cukup matang. Maka, bagi pasangan yang sejatinya cukup dewasa dalam menjalani hubungan jarak jauh, mereka juga memiliki kebijaksanaan yang cukup dalam menghadapi setiap konflik yang terjadi dalam suatu hubungan. Selain semakin bijaksana dalam menghadapi konflik, pasangan yang matang dalam menjalani hubungan jarak jauh juga memiliki kesadaran dan kepekaan yang cukup dalam menghadapi pasangannya.

Menghargai setiap pertemuan

Sudah lelah menahan rindu, biasanya pasangan yang menjalani LDR dengan sabar akan merasa tidak sabar ketika akan kembali dan bertemu dengan pasangan. Dan pasangan yang dengan sabar menjalani LDR akan sangat menghargai setiap momentum pertemuan. Serta menganggap tiap pertemuan adalah sebuah waktu yang berkualitas dengan pasangan mereka. Wah, siap-siap akan diajak berlibur bersama ya.

Memiliki waktu untuk memperbaiki diri

Karena jauh dari pasangan, kamu jadi memiliki lebih banyak lagi kesempatan untuk menelaah dan mempelajari banyak pelajaran hidup yang bisa membuat kamu jadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Tak hanya itu saja, kamu bisa belajar dari pasangan-pasangan lain bagaimana cara mereka menjalani hubungan dan menghadapi rintangan yang ada bersama pasangannya. Kesempatan seperti ini dapat membuat kamu semakin menjadi pribadi yang berkualitas.

Semakin dekat dengan keluarga  

Buat kamu yang menjalani hubungan jarak jauh, kamu memang mungkin tidak akan sepenuhnya dapat bertemu dengan si dia. Namun kamu memiliki waktu dan kesempatan yang berkualitas untuk berkumpul bersama dengan keluarga, baik keluarganya ataupun keluargamu. Semakin dekat dengan keluarga tidak akan membuat kamu merasa benar-benar sepi dan sendiri atau bahkan kekurangan sosoknya. Apalagi ketika kamu sedang bersama dengan keluarganya ketika ia sedang tidak pulang, kamu akan merasa kamu berada di tempat yang tepat serta sedikit mengobati rasa rindumu dan keuntungan lainnya adalah kamu bisa semakin kompak dengan keluarganya.

 

menjalani hubungan jarak jauh memang tidaklah cukup mudah bagi sebagian orang, memang dibutuhkan emosi dan kemampuan ekstra untuk menjalankannya. Dan bila kamu serta pasanganmu termasuk yang berhasil menjalaninya dengan kematangan emosi, berati kalian termasuk pasangan yang siap dan kemungkinan akan berhasil menjalankannya. Semoga hubungan kamu dan si dia terus berjalan baik dan mencapai tujuan yang sama-sama diimpikan ya!

Bukan Hanya Saat Ulang tahun, Berikut Ini Momen yang Pas untuk Kasih Doi Hadiah

Memberikan hadiah atau kejutan kecil kepada pasangan tentulah sesuatu yang akan sangat berkesan. Namun, memberikan hadiah atau kejutan juga tidak perlu setiap saat. Di momen-momen yang biasanya tidak terduga kamu bisa membuat si dia semakin sayang dengan kejutan ataupun hadiah manis yang kamu berikan selain di momen hari ulang tahun.

  1. Memberikan kejutan hadiah kecil di waktu ia mendapatkan promosi

Memberikan kejutan di saat si dia memperoleh promosi ataupun kenaikan gaji bisa kamu coba. Tak hanya itu, menggunakan momen di mana ia diterima bekerja di suatu perusahaan yang sudah lama dia inginkan juga bisa kamu manfaatkan untuk memberinya sebuah kejutan atau hadiah kecil. Selain sebagai ucapan syukur dan selamat, memberi hadiah atau memberikannya kejutan juga akan membuatnya semakin bersemangat untuk meniti karir.

  1. Skripsi selesai dan di acc dosen

Skripsi merupakan proses yang pastinya dihadapi setiap mahasiswa ketika akan lulus dan mendapatkan gelar. Namun, dalam proses penyelesaian tersebut, memang bukan hal yang mudah dan tentunya membutuhkan perjuangan yang ekstra keras. Untuk itu bagi kalian yang memilki pasangan yang sedang menempuh proses penyusunan skripsi jangan pernah menyerah untuk mendukung pasangan kalian dalam bentuk apapun. Nah, karena perjuangan yang begitu keras dan mati-matian, ketika skripsi tersebut berhasil mendapatkan persetujuan dan akan memasuki tahap berikutnya, di saat itulah kamu bisa memberikannya hadiah sebagai ucapan selamat dan penghargaan atas pencapaiannya yang hampir selesai.

  1. Menyelesaikan perjalanan atau misi

Ketika pasangan kamu memiliki suatu misi positif lalu ia berjuang untuk menyelesaikan misi tersebut, dan akhirnya selesai. Di saat itulah kamu layak memberikannya hadiah kecil sebagai ucapan selamat dan ungkapan syukur serta penghargaan untuk si dia. Dia tentu akan merasa sangat terkesan karena biasanya, hal-hal tersebut biasanya merupakan hal biasa yang tidak selalu istimewa untuk rayakan walaupun sederhana.

  1. Anniversary

Momen anniversary memang selalu jadi momen yang berkesan untuk memberikan hadiah kepada pasangan. Namun biasanya, untuk beberapa pasangan yang sudah lama menjalani hubungan momen ini mulai dirasa kurang terlalu berkesan apabila selalu diadakan tiap tahunnya dengan cara yang terlalu mainstream. Maka momen dalam perayaan anniversary bisa dirancang lebih spesial apabila menggunakan cara ataupun konsep yang berbeda.

  1. Sedang stress atau banyak pikiran

Ketika pasangan sedang dalam periode yang sangat sibuk, banyak pikiran, dan kadang nampak stres. Saat ini tentu menjadi saat yang tepat untuk memberinya sedikit sesuatu yang merelaksasi pikirannya sejenak. Tak perlu terlalu berlebihan atau terkesan sangat mahal, dengan cara sederhana seperti membawakan dia makan siang ke kampus atau kantornya, atau memberikannya sebuah hidangan nikmat sederhana di rumah akan sangat membuat ia terkesan dan merasa diperhatikan

Say No to Repot, Ini Cara Rayakan Hari Jadian yang Simple dan Berkesan

Merayakan hari spesial bersama pasangan tentu rasanya sangat berkesan. Banyak cara yang bisa dilakukan mulai dari makan malam spesial, saling bertukar hadiah, sampai banyak hal lain yang berkesan. Namun, beberapa pasangan seringkali memutuskan untuk merayakannya dengan cara yang lebih sederhana bahkan terkesan hemat biaya tanpa ribet. Nah, kira-kira apa saja ya hal berkesan untuk merayakan hari jadi bersama pasangana yang sederhana dan berkesan? Berikut ini ulasannya.

Memasak berdua

Biasanya kalian melihat, banyak orang secara umum merayakan hari jadi dengan santapan makan malam di sebuah restoran mewah atau di suatu tempat yang private. Kali ini, kalian bisa membuatnya lebih sederhana dan spesial. Coba untuk memasak sendiri hidangan makan malam itu untuk disantap berdua. Akan semakin terasa romatis dan berkesan bila kalian memasaknya bersama dan mencicipinya bersama sembari menyaksikan film atau serial TV yang pernah terlewatkan.

Buat hadiah unik bersama

Bila kebahagiaan sedang meliputi pasangan, tentu apapun yang dilakukan bersama terasa indah dan manis. Tak terkecuali untuk merayakan hari jadian. Kalian bisa berkreasi dengan membuat hadiah untuk pasangan kalian dengan kerajinan tangan atau sesuatu yang kalian buat secara handmade bersama. Hasilnya bagus atau tidak, tentu tetap akan terasa istimewa di hati.

Pergi ke tempat-tempat yang tidak biasa

Bila kalian seringkali menghabiskan waktu berdua untuk menikmati dan merayakan hari jadian di tempat-tempat mainstream seperti restaurant atau mall, kali ini coba untuk menjajal tempat yang tidak biasa. Kalian bisa menikmati situasi sederhana di kafe-kafe kecil di luar mall atau malah menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang di sebuah taman kota ditemani sebotol minuman dan kudapan ringan seperti sedang piknik. Perbincangan seru seputar kehidupan yang kalian jalani dan berbagi beberapa cerita singkat yang menarik tentu akan terasa lebih berkesan dan spesial.

Berkeliling kota berdua

Berfikir bahwa hal ini tidak ada gunanya dan buang-buang waktu? Kamu salah nih, Ladies. Karena bila kalian menghabiskan waktu berdua berkeliling kota untuk merayakan hari jadian, justru akan mempererat kebersamaan kalian berdua.Sepanjang perjalanan kalian bisa saling bercengkrama dan bernostalgia bersama pada saat kalian mengawali hubungan ini bersama-sama dari tahun ke tahun. Manis banget, kan?

 

So Ladies, suatu keistimewaan dan spesial apalagi untuk hubungan kalian tidak selalu sesuatu yang mahal atau prestisius. Tidak ada salahnya menjalankan kebersamaan yang sederhana namun terasa lebih berkesan. Apapun yang dilakukan bersama pasangan adalah selalu jadi sesuatu yang spesial, bukan?

Momen Bersama Mama yang Sering Dirindukan di Perantauan

Tidak ada satu kata pun yang dapat menggambarkan bagaimana sempurnanya seorang ibu. Dari berbagai macam sebutan di seluruh nusantara untuk sosok malaikat tak bersayap yang satu ini, tetap tidak ada satu katapun yang bisa mendeskripsikan betapa sempurnanya wanita hebat ini.

Ladies, bagi yang tinggal tidak jauh dari rumah tentu tidak sulit bila ingin bertemu dan menghabiskan banyak waktu untuk sosok indah yang satu ini.

Namun, bagaimana bila harus tinggal jauh darinya? Tentu ada yang terasa kurang dan pastinya sangat dirindukan. Dari sekian banyak hal yang dirindukan oleh para perantau yang jauh dari sang ibu, momen-momen ini lah yang sungguh-sungguh dirindukan. Apakah kamu merindukannya juga?

1. Bercerita banyak hal

Sosok ibu memang menjadi satu-satunya orang terdekat yang tidak akan mungkin membeberkan rahasia kepada siapapun. Beliau malah akan memberikan kita solusi walau bagaimana pun caranya ia menyampaikan itu. Walaupun teknologi sudah canggih, namun kehadirannya secara nyata tetaplah sesuatu yang lebih spesial dan lebih berkesan. Kepada ibu, kita dapat menceritakan banyak hal. Momen paling membuat kita tersentuh adalah ketika ibu, menceritakan masa kecil kita dan bagaimana kita berkembang sejak kanak-kanak.

2. Saat sakit

Kehadiran orang tua memang terasa sangat dirindukan ketika dalam perantauan namun kita harus menghadapi cobaan yang menyerang kesehatan. Kehadiran seorang ibu, memang amat sangat dirindukan. Karena tanpa diminta beliau akan sangat sigap memberikan apa yang kita perlukan ketika sakit, tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya terbaring lemas dan sakit. Bahkan kadang saat kondisi fisiknya pun sedang tidak fit, ia tetap mengutamakan kebutuhan kesehatan sang anak.

3. Mengurus keperluan

Akan sangat terasa ketika kamu tinggal sendiri dan jauh dari sosok ibu. Terbayang betapa lelahnya kamu bekerja dan saat kembali ke kamar mu, kamu menemukan bahwa tumpukan baju kotor belum sempat kamu bereskan.  Kamu merasa tidak ada waktu karena saking lelahnya bekerja atau beraktifitas sampai ke laundry saja kamu tak sempat. Di saat-saat seperti ini, kamu tentu sangat merindukan sosok ibu yang sangat mengerti dengan detil segala keperluan kamu, dan beliau senantiasa ada untuk membantumu memenuhi kebutuhanmu bagaimanapun kondisinya. Karena sampai kapanpun, kamu tetaplah buah hati yang sangat dicintainya.

4. Masakan rumah

Sesederhana apapun masakan seorang ibu, tetap akan dirindukan bahkan bisa berperan sebagai moodbooster. Di perantauan, kamu tentu membutuhkan asupan makanan yang cukup seperti saat kamu sedang berada di rumah bersama keluarga. Nikmatnya adalah saat di rumah, ada seseorang yang dengan tulus memasak bahkan memberikan cinta pada setiap hidangan walaupun hanya sebuah hidangan sederhana. Tak dipungkiri, siapapun yang ada diperantauan pasti rindu masakan ibu, walaupun sederhana tetap masakan ibu yang terbaik dan pastinya sehat.

5. Momen dimarahi

Perdebatan yang sering sekali terjadi antara anak dan orang tua merupakan hal yang wajar selama masih dalam batas yang tidak berlebihan. Jauh dari keluarga dan dari ibu, akan sungguh menantangmu untuk dapat menghadapi segala situasi sendiri. Positifnya, kamu akan berkembang dan bertumbuh jadi manusia yang cerdas dan mandiri. Namun, yang namanya manusia tentu kadang khilaf atau salah mengambil keputusan, lalu menyesal. Nah pada titik ini, kamu tentu merindukan omelan ibu serta nasihat-nasihatnya yang terasa bawel dan menggangu namun itu merupakan acuan hidup yang benar dan menghindarkan kamu dari penyesalan yang datang terakhir.

6. Setelah menelfon

Jauh dari keluarga, terutama dari orang tua adalah hal yang sesungguhnya sulit namun harus dilakukan. Sambungan telefon adalah salah satu cara untuk bisa bertukar kabar dengan keluarga. Momen setelah menelfon mama adalah momen yang bisa dibilang cukup sulit untuk dihadapi apalagi ketika kondisinya memang jauh dari keluarga dan sudah lama tidak bertukar kabar. Banyak yang tentu mengalami hal tersulit yaitu menahan rindu, seringkali setelah sambungan telefon berakhir, rindu itu justru semakin menggebu.

 

Sosok ibu memang luar biasa, ia adalah teman, adalah pahlawan, adalah segalanya. Dari seorang ibulah penerus-penerus Negeri ini lahir. Banyak ibu di luar sana yang dengan keperkasaannya menjalankan fungsi ganda sebagai orang tua demi buah hati  yang sangat dicintainya.

Sepanjang jalan hidupnya, di dalam doa ibu, namamu akan selalu disebut.

Jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, selamat hari ibu untuk seluruh ibu di Indonesia yang telah menjadi wujud nyata sosok malaikat terindah dan segalanya dalam hidup kami.

Belum Kenal Lama Namun Menikah? Ladies, Ini Hal Positif yang Akan Kamu Rasakan

Banyak dari kalian yang mungkin dalam dilema menjelang pernikahan padahal hubungan yang dibangun  antara kamu dan pasanganmu terbilang belum lama atau dalam hitungan yang bertahun-tahun.

Kamu mungkin dilanda rasa khawatir karena merasa belum mengenal pasangan kamu secara utuh dan lebih baik. Namun, perlu kamu ketahui bahwa di usia yang terbilang cukup matang dan sudah selayaknya mampu membangun komitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Nah, lebih menariknya lagi, bahwa ada banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan bila kamu menikah dengan pasanganmu walaupun kamu belum lama menjalin hubungan dengannya.

  1. Membuktikan kedewasaan

Memutuskan untuk membangun komitmen bersama dan menjalaninya dengan serius tentu bukan hal yang mudah. Sangat butuh banyak pertimbangan sampai akhirnya kalian dalam satu kesepakatan bersama untuk saling menjaga komunikasi dan kejujuran.

Bila kalian yang termasuk dalam kategori pacaran singkat atau kurang dari 3 tahun dan memutuskan untuk menikah  jelas saja, hal ini membuktikan bahwa kalian benar-benar dewasa dalam memilih langkah dan tentu saja banyak belajar dari kehidupan yang telah kalian jalani masing-masing. Keputusan ini pula akan membuat orang lain kagum akan komitmen kalian untuk saling setia dan menjaga.

  1. Keluarga besar sangat antusias

Keluarga besar dari kalian masing-masing akan sangat antusias untuk mengenal pasangan kalian. Karena kalian terbilang cukup matang dan berani memutuskan jalan untuk saling serius dan mengambil langkah yang baik dan tepat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan. Terlebih lagi apabila kalian nampak memang serasi dan cocok satu sama lain.

  1. Banyak aktivitas berdua

Sebagai pasangan yang sah, kalian tentu sah-sah saja bila melakukan banyak aktifitas atau berkegiatan berdua. Hal ini akan terasa sangat menyenangkan karena kalian akan merasakan indahnya “pacaran” lagi dan ini lah saat-saat dimana kalian berdua sebagai pasangan yang sah menikmati momen saling melengkapi bersama-sama. Wah, kalau dibayangin pasti seru dan indah banget ya, Ladies.

  1. Pasangan akan lebih romantis

Siapa yang tidak ingin memiliki pasangan yang romantis dan penuh kejutan. Bila kalian sudah menjadi pasangan yang sah dengan waktu penjajakan yang singkat, maka pasangan kamu akan melakukan hal-hal romantis yang belum sempat ia lakukan sebelumnya.

Mungkin ia belum sempat memberikan kamu kejutan di hari-hari spesialmu, atau dia akan memberikanmu hidangan yang dimasaknya sendiri. Ini juga romantis lho, apalagi dinikmatinya berdua.

Wajib Tahu! Kenali 3 Tanda Kamu Pacaran dengan Pria Tukang Pukul

Kamu pernah merasakan ketidaknyamanan dalam menjalin hubungan dengan seorang pria, Ladies? Dimana kamu merasa terjebak dalam suatu kondisi yang menyebabkan adanya kekerasan fisik yang dilakukan pasangan kekasihmu dan sebelumnya belum pernah kamu pikirkan dalam hidupmu. Tentu tidak ada seorang pun wanita yang ingin diperlukan kasar serta mendapatkan berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya. Apalagi jika hubungan yang dijalaninya itu masih sebatas pacaran.

Pada awalnya memang tidak banyak wanita yang tahu menahu perihal perangai pasangan kekasihnya. Tentunya di awal sang pria masih bersikap manis demi mendapatkan wanita yang dipujanya. Namun sesungguhnya kamu bisa melihat pertanda yang terdapat pada pasangan kamu bahwa laki-laki yang menjadi pacarmu adalah seorang tukang pukul di dalam kehidupan sehari-harinya. Apa saja ciri yang menandakan bahwa kamu sedang pacaran dengan tukang pukul? Simak ulasannya di bawah ini.

  1. Memiliki kepribadian yang kasar

Hal ini akan nampak terlihat jelas saat dia mengungkapkan kemarahannya padamu. Bahkan kemarahannya pun tidak beralasan dan cenderung tidak masuk akal. Membesar-besarkan masalah yang sesungguhnya hanyalah masalah kecil selalu menuduh-nuduh kamu serta bereaksi berlebihan atas apa yang kamu lakukan.

  1. Memiliki mood swing yang aneh

Pada umumnya, seorang pria jarang mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang cepat. Namun jika saat sedang sedikit marah, sedikit kesal, kadang tiba-tiba senang dan sedih dalam waktu yang singkat, kamu perlu mencurigainya. Apakah memang pertanda yang diperlihat ini memang wajar atau bahwa dirinya memiliki penyakit mental.

  1. Waspadalah dengan sikap cemburunya kepadamu

Seorang pria temperamen yang sering melakukan kekerasan biasanya adalah laki-laki yang memiliki rasa cemburu berlebih. Dirinya akan selalu mencurigaimu, cari-cari tahu apa yang kamu lakukan, melakukan chat serta telepon setiap saat dan berani untuk menggeledah tas serta memeriksa handphone. Dia akan mengungkapkan amarahnya dengan melakukan tindakan menggebrak, melempar barang, serta mengancam dan pada akhirnya akan memukulmu.

Dari ketiga pertanda di atas, tentu kamu bisa menganalisis sendiri bagaimana kondisi dari pasangan kekasihmu. Apakah diantara ketiganya terdapat pada diri kekasihmu? Jika memang iya, kamu bisa langsung melakukan solusi untuk menghindarkan dari kekerasan yang akan menimpamu. Kamu perlu mengambil tindakan dengan melakukan pendekatan yang lebih humanis, supaya pada akhirnya kekasihmu bisa lebih  tenang dan benar-benar memperlakukanmu lebih manusiawi.

Hal itu juga perlu kamu imbangi dengan sikapmu yang harus setia dengan kekasihmu. Jangan sampai kamu membuat dirinya kecewa dengan segala perlakukan yang kamu lakukan di belakangnya. Memang tidak menyenangkan jika memiliki pasangan kekasih yang temperamen. Katakanlah baru juga pacaran, namun perlakukan yang kamu dapatkan tidak memberikan dirimu ketenangan dan keamanan serta kenyaman sehingga kamu selalu dihantui rasa takut atau khawatir kalau-kalau pasangan kekasihmu marah dan melakukan tindakan kekerasan yang menimpamu.

Jadi, Ladies, alangkah baiknya sebelum kamu menerima seorang laki-laki untuk menjadi kekasihmu sebaiknya kamu perhatikan dahulu bagaimana tingkah lakunya. Jika dalam beberapa waktu, kamu menemukan adanya tanda-tanda bahwa laki-laki yang dekat denganmu melakukan hal-hal seperti ciri di atas, lebih baik kamu mundur dan menyatakan untuk tidak meneruskan hubungan yang kamu jalani. Buat apa kamu jalani jika dalam perjalanannya akan membuat sakit dan sedih. Itupun belum menjadi suamimu masih menjadi pacar. Bahkan seorang suami pun tidak diperkenankan melakukan kekerasan terhadap istrinya.

Kelemahan Wanita Itu Gampang Merasa Kehilangan Padahal Belum Memiliki

Kamu pernah memiliki rasa cinta terhadap seseorang, dan sayangnya dia tidak memperdulikan kamu? Atau menyukai seseorang dan ternyata dia yang kamu sukai tidak memiliki rasa yang sama seperti yang kamu rasakan? Sakit rasanya jika cinta bertepuk sebelah tangan. Tenang ladies, kamu bukan satu-satunya yang mengalami hal itu. Banyak wanita tentu pernah merasakan patah hati karena cintanya yang tidak ada balasan. Ada yang galau sehingga susah untuk move on karena cinta yang diinginkan tak berbalas. Namun bagaimana lagi, tentunya kamu harus melanjutkan hidupmu lagi bukan? Sangat tidak bijak jika kamu lantas berhenti begitu saja hanya perasaan yang kamu miliki untuk seseorang tidak mendapatkan balasan.

Wanita sering memiliki rasa kehilangan, padahal memiliki saja tidak. Hal ini yang menjadi penyebab diantara para wanita itu menjadi mudah galau atau susah move on. Saat perasaan yang kamu miliki untuk seseorang tidak mendapatkan balasan, maka kamu sudah terburu-buru merasa kehilangan, padahal kamu belum atau bahkan tidak pernah memilikinya. Perasaanmu sangat terluka meski sebenarnya seseorang yang kamu suka tidak pernah sedikitpun punya rasa suka terhadap dirimu dan tidak berniat melukai perasaanmu. Maka dari itu, kamu harus terima kenyataannya, ladies. Apapun itu meski pahit dan sakit rasanya, kenyataan yang harus kamu hadapi, jangan hanya terus berfantasi dan berhalusinasi dengan rasa galau yang tanpa ada alasannya.

Memang wanita adalah makhluk yang lemah. Tapi ingat ladies, jangan jadikan kelemahan itu menjadi penghambat untukmu. Seorang wanita bisa dengan mudah jatuh, memang tidak semua wanita seperti itu juga. Mudahnya para wanita jatuh cinta ini ternyata tidak diikuti sikap menerima segala kemungkinan yang terburuk. Nah ladies, jangan sampai kamu memiliki kelemahan seperti itu yang justru akan menghambat dirimu. Sehingga segala pekerjaan kamu jadi terbengkalai yang akibatnya justru merugikan dirimu sendiri. Bila memang seseorang yang kamu cintai dan sayangi tidak memiliki rasa yang sama denganmu lebih baik lepaskan dan tidak ada gunanya kamu memaksanya. Lebih baik kamu terus fokus dengan aktivitas kamu serta melakukan hal-hal yang positif dan penting untuk hidupmu.

Memang menyakitkan jika menerima kenyataan yang demikian. Rasanya sangat menyesakkan ketika kamu memiliki rasa dengan seseorang namun ternyata dia tidak menaruh hati sedikitpun denganmu. Untuk menyembuhkan luka itu memang perlu waktu. Namun, ketika nanti luka yang kamu rasakan itu sembuh, niscaya kamu akan tumbuh sebagai pribadi yang beda. Kamu bisa lebih kuat, tegar, dan mampu menerima segala kenyataan hidup yang kamu alami. Kamu bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa ketika menyikapi segala sesuatunya. Kamu tidak lagi menjadi seseorang yang mudah untuk punya perasaan dengan orang lain yang belum jelas kamu kenal siapa orangnya.

Jadi untuk apa kamu meratapi segalanya yang jelas-jelas tidak pernah kamu miliki. Justru hal itu sangat memalukan untuk dirimu sendiri, ladies. Terimalah apapun itu kenyataannya meski pahit. Seseorang yang kamu sukai dan sayangi tidak pernah membalas segala  yang kamu rasakan jangan kamu jadikan alasan untuk bersikap galau. Susah move on dan terus meratapi apa yang kamu alami secara tidak langsung telah membuatmu menjadi terpuruk dan segalanya justru secara perlahan akan menghancurkan hidupmu karena dirimu yang terlalu larut dalam kesedihan. Bangkitlah dari segala keterpurukanmu. Tataplah masa depan yang lebih berharga daripada memikirkan sekeping hati yang tak pernah dijadikan untuk kamu miliki.

Awas, Pria yang Jadi Anak Tunggal Cenderung Jadi Tukang Selingkuh!

Bukan hanya perselingkuhan terjadi karena suatu sebab. Ternyata, perselingkuhan pun bisa berkaitan dengan status anak di dalam keluarga. Ada penelitian yang baru-baru ini ditemukan dan mengungkap bahwa anak tunggal memang memiliki kecenderungan tidak setia kepada pasangan dibandingkan dengan orang yang memiliki saudara. Benarkah demikian?

Seperti fakta yang terjadi pada sebuah situs untuk mencari pasangan gelap, hasil identifikasi yang didapat bahwa orang-orang yang gemar mencari kesenangan lain ternyata mayoritas dilakukan oleh anak tunggal. Sebanyak 34% pengguna situs itu, ternyata yang paling gemar berselingkuh adalah mereka para anak tunggal. Selanjutnya diikuti oleh anak sulung 28%, anak bungsu 23%, anak tengah 15%, dan 24% yang mempunyai saudara tiri. Melihat hasil survei tersebut, maka ada asumsi bahwa orang tua mereka juga memiliki pasangan lebih dari satu yang akhirnya berdampak pada sang anak.

Hasil survey tersebut memiliki hubungan yang erat dengan karakter dari anak tunggal yang selalu menjadi prioritas. Tidak dipungkiri seorang anak tunggal selalu mendapatkan perhatian ekstra dibandingkan orang-orang yang memiliki saudara. Dari hasil penelitian itu, sekaligus mengungkapkan bahwa anak tunggal sangat egois dan ingin menang sendiri serta selalu mencari perhatian kepada orang-orang di sekitarnya. Hal itulah yang membuat ketika dewasa, anak-anak tunggal ini karakternya justru menjadi bumerang yang tidak menguntungkan ketika menjalani hubungan percintaan.

Saat si anak tunggal ini tidak mendapatkan apa yang diharapkan dari pasangannya, maka dengan cepat ia bisa beralih mencari orang lain untuk memenuhi egonya. Ditegaskan kembali oleh seorang peneliti, bahwa sudah umum jika anak tunggal sering merasa kesepian di masa kecilnya. Perasaan ini yang akhirnya membuat dirinya merasa dihantui saat dewasa dan menjalin hubungan asmara. Saat menjalani hubungan jarak jauh atau tidak mendapatkan perhatian yang diharapkannya, maka ia akan berpikir untuk mencari perhatian di tempat lain.

Bila ingin aman dalam membina hubungan percintaan, kamu bisa memilih anak tengah yang bisa dijadikan pasangan. Potensi anak tengah dalam hal selingkuh hanya sekitar 15% saja. Meski demikian, kamu tidak bisa menilai secara mutlak bahwa anak tunggal itu tukang selingkuh. Karena setiap anak selalu dibesarkan dengan cara yang beda-beda dari orang tuanya. Selain itu pengaruh lingkungan juga sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Hanya saja, kecenderungan untuk mengingkari komitmen sangat berkaitan dengan statusnya sebagai anak tunggal, sehingga sah saja saat ada penelitian yang mengungkap demikian.

Faktor dirinya yang selalu merasa kesepian, serta selalu mendapatkan perhatian yang lebih dari orang tuanya, menjadikan dirinya merasa egois. Apa yang diinginkannya harus selalu tersedia. Sehingga hal itu akan berdampak pada kehidupannya setelah dewasa. Apalagi saat menjalin hubungan asmara hingga menikah misalnya, kebiasaan yang dia dapat di masa kecilnya tentu akan terbawa dalam hubungan rumah tangganya. Ketika pasangan kamu sudah tidak mampu memenuhi apa yang kamu harapkan, maka jalan keluarnya adalah mencarinya kepada orang lain yang mampu memberikan segala keinginan dan harapannya dengan segera. Fakta yang diberikan di penelitian tersebut memang bukan suatu hal yang mutlak. Masih banyak anak-anak tunggal yang tidak memiliki kecenderungan tersebut.

Pastinya semua itu tinggal bagaimana pola didik yang dilakukan oleh orang tuanya kepada anaknya. Selain itu, adanya pengaruh lingkungan di luar yang serta merta mampu memberikan pengaruh besar terhadap pola perkembangan psikologi dari anak tunggal tersebut untuk melakukan perselingkuhan.