Love

Awas, Pria yang Jadi Anak Tunggal Cenderung Jadi Tukang Selingkuh!

Bukan hanya perselingkuhan terjadi karena suatu sebab. Ternyata, perselingkuhan pun bisa berkaitan dengan status anak di dalam keluarga. Ada penelitian yang baru-baru ini ditemukan dan mengungkap bahwa anak tunggal memang memiliki kecenderungan tidak setia kepada pasangan dibandingkan dengan orang yang memiliki saudara. Benarkah demikian?

Seperti fakta yang terjadi pada sebuah situs untuk mencari pasangan gelap, hasil identifikasi yang didapat bahwa orang-orang yang gemar mencari kesenangan lain ternyata mayoritas dilakukan oleh anak tunggal. Sebanyak 34% pengguna situs itu, ternyata yang paling gemar berselingkuh adalah mereka para anak tunggal. Selanjutnya diikuti oleh anak sulung 28%, anak bungsu 23%, anak tengah 15%, dan 24% yang mempunyai saudara tiri. Melihat hasil survei tersebut, maka ada asumsi bahwa orang tua mereka juga memiliki pasangan lebih dari satu yang akhirnya berdampak pada sang anak.

Hasil survey tersebut memiliki hubungan yang erat dengan karakter dari anak tunggal yang selalu menjadi prioritas. Tidak dipungkiri seorang anak tunggal selalu mendapatkan perhatian ekstra dibandingkan orang-orang yang memiliki saudara. Dari hasil penelitian itu, sekaligus mengungkapkan bahwa anak tunggal sangat egois dan ingin menang sendiri serta selalu mencari perhatian kepada orang-orang di sekitarnya. Hal itulah yang membuat ketika dewasa, anak-anak tunggal ini karakternya justru menjadi bumerang yang tidak menguntungkan ketika menjalani hubungan percintaan.

Saat si anak tunggal ini tidak mendapatkan apa yang diharapkan dari pasangannya, maka dengan cepat ia bisa beralih mencari orang lain untuk memenuhi egonya. Ditegaskan kembali oleh seorang peneliti, bahwa sudah umum jika anak tunggal sering merasa kesepian di masa kecilnya. Perasaan ini yang akhirnya membuat dirinya merasa dihantui saat dewasa dan menjalin hubungan asmara. Saat menjalani hubungan jarak jauh atau tidak mendapatkan perhatian yang diharapkannya, maka ia akan berpikir untuk mencari perhatian di tempat lain.

Bila ingin aman dalam membina hubungan percintaan, kamu bisa memilih anak tengah yang bisa dijadikan pasangan. Potensi anak tengah dalam hal selingkuh hanya sekitar 15% saja. Meski demikian, kamu tidak bisa menilai secara mutlak bahwa anak tunggal itu tukang selingkuh. Karena setiap anak selalu dibesarkan dengan cara yang beda-beda dari orang tuanya. Selain itu pengaruh lingkungan juga sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Hanya saja, kecenderungan untuk mengingkari komitmen sangat berkaitan dengan statusnya sebagai anak tunggal, sehingga sah saja saat ada penelitian yang mengungkap demikian.

Faktor dirinya yang selalu merasa kesepian, serta selalu mendapatkan perhatian yang lebih dari orang tuanya, menjadikan dirinya merasa egois. Apa yang diinginkannya harus selalu tersedia. Sehingga hal itu akan berdampak pada kehidupannya setelah dewasa. Apalagi saat menjalin hubungan asmara hingga menikah misalnya, kebiasaan yang dia dapat di masa kecilnya tentu akan terbawa dalam hubungan rumah tangganya. Ketika pasangan kamu sudah tidak mampu memenuhi apa yang kamu harapkan, maka jalan keluarnya adalah mencarinya kepada orang lain yang mampu memberikan segala keinginan dan harapannya dengan segera. Fakta yang diberikan di penelitian tersebut memang bukan suatu hal yang mutlak. Masih banyak anak-anak tunggal yang tidak memiliki kecenderungan tersebut.

Pastinya semua itu tinggal bagaimana pola didik yang dilakukan oleh orang tuanya kepada anaknya. Selain itu, adanya pengaruh lingkungan di luar yang serta merta mampu memberikan pengaruh besar terhadap pola perkembangan psikologi dari anak tunggal tersebut untuk melakukan perselingkuhan.

 

Previous ArticleNext Article