Belum Kenal Lama Namun Menikah? Ladies, Ini Hal Positif yang Akan Kamu Rasakan

Banyak dari kalian yang mungkin dalam dilema menjelang pernikahan padahal hubungan yang dibangun  antara kamu dan pasanganmu terbilang belum lama atau dalam hitungan yang bertahun-tahun.

Kamu mungkin dilanda rasa khawatir karena merasa belum mengenal pasangan kamu secara utuh dan lebih baik. Namun, perlu kamu ketahui bahwa di usia yang terbilang cukup matang dan sudah selayaknya mampu membangun komitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Nah, lebih menariknya lagi, bahwa ada banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan bila kamu menikah dengan pasanganmu walaupun kamu belum lama menjalin hubungan dengannya.

  1. Membuktikan kedewasaan

Memutuskan untuk membangun komitmen bersama dan menjalaninya dengan serius tentu bukan hal yang mudah. Sangat butuh banyak pertimbangan sampai akhirnya kalian dalam satu kesepakatan bersama untuk saling menjaga komunikasi dan kejujuran.

Bila kalian yang termasuk dalam kategori pacaran singkat atau kurang dari 3 tahun dan memutuskan untuk menikah  jelas saja, hal ini membuktikan bahwa kalian benar-benar dewasa dalam memilih langkah dan tentu saja banyak belajar dari kehidupan yang telah kalian jalani masing-masing. Keputusan ini pula akan membuat orang lain kagum akan komitmen kalian untuk saling setia dan menjaga.

  1. Keluarga besar sangat antusias

Keluarga besar dari kalian masing-masing akan sangat antusias untuk mengenal pasangan kalian. Karena kalian terbilang cukup matang dan berani memutuskan jalan untuk saling serius dan mengambil langkah yang baik dan tepat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan. Terlebih lagi apabila kalian nampak memang serasi dan cocok satu sama lain.

  1. Banyak aktivitas berdua

Sebagai pasangan yang sah, kalian tentu sah-sah saja bila melakukan banyak aktifitas atau berkegiatan berdua. Hal ini akan terasa sangat menyenangkan karena kalian akan merasakan indahnya “pacaran” lagi dan ini lah saat-saat dimana kalian berdua sebagai pasangan yang sah menikmati momen saling melengkapi bersama-sama. Wah, kalau dibayangin pasti seru dan indah banget ya, Ladies.

  1. Pasangan akan lebih romantis

Siapa yang tidak ingin memiliki pasangan yang romantis dan penuh kejutan. Bila kalian sudah menjadi pasangan yang sah dengan waktu penjajakan yang singkat, maka pasangan kamu akan melakukan hal-hal romantis yang belum sempat ia lakukan sebelumnya.

Mungkin ia belum sempat memberikan kamu kejutan di hari-hari spesialmu, atau dia akan memberikanmu hidangan yang dimasaknya sendiri. Ini juga romantis lho, apalagi dinikmatinya berdua.

Wajib Tahu! Kenali 3 Tanda Kamu Pacaran dengan Pria Tukang Pukul

Kamu pernah merasakan ketidaknyamanan dalam menjalin hubungan dengan seorang pria, Ladies? Dimana kamu merasa terjebak dalam suatu kondisi yang menyebabkan adanya kekerasan fisik yang dilakukan pasangan kekasihmu dan sebelumnya belum pernah kamu pikirkan dalam hidupmu. Tentu tidak ada seorang pun wanita yang ingin diperlukan kasar serta mendapatkan berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya. Apalagi jika hubungan yang dijalaninya itu masih sebatas pacaran.

Pada awalnya memang tidak banyak wanita yang tahu menahu perihal perangai pasangan kekasihnya. Tentunya di awal sang pria masih bersikap manis demi mendapatkan wanita yang dipujanya. Namun sesungguhnya kamu bisa melihat pertanda yang terdapat pada pasangan kamu bahwa laki-laki yang menjadi pacarmu adalah seorang tukang pukul di dalam kehidupan sehari-harinya. Apa saja ciri yang menandakan bahwa kamu sedang pacaran dengan tukang pukul? Simak ulasannya di bawah ini.

  1. Memiliki kepribadian yang kasar

Hal ini akan nampak terlihat jelas saat dia mengungkapkan kemarahannya padamu. Bahkan kemarahannya pun tidak beralasan dan cenderung tidak masuk akal. Membesar-besarkan masalah yang sesungguhnya hanyalah masalah kecil selalu menuduh-nuduh kamu serta bereaksi berlebihan atas apa yang kamu lakukan.

  1. Memiliki mood swing yang aneh

Pada umumnya, seorang pria jarang mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang cepat. Namun jika saat sedang sedikit marah, sedikit kesal, kadang tiba-tiba senang dan sedih dalam waktu yang singkat, kamu perlu mencurigainya. Apakah memang pertanda yang diperlihat ini memang wajar atau bahwa dirinya memiliki penyakit mental.

  1. Waspadalah dengan sikap cemburunya kepadamu

Seorang pria temperamen yang sering melakukan kekerasan biasanya adalah laki-laki yang memiliki rasa cemburu berlebih. Dirinya akan selalu mencurigaimu, cari-cari tahu apa yang kamu lakukan, melakukan chat serta telepon setiap saat dan berani untuk menggeledah tas serta memeriksa handphone. Dia akan mengungkapkan amarahnya dengan melakukan tindakan menggebrak, melempar barang, serta mengancam dan pada akhirnya akan memukulmu.

Dari ketiga pertanda di atas, tentu kamu bisa menganalisis sendiri bagaimana kondisi dari pasangan kekasihmu. Apakah diantara ketiganya terdapat pada diri kekasihmu? Jika memang iya, kamu bisa langsung melakukan solusi untuk menghindarkan dari kekerasan yang akan menimpamu. Kamu perlu mengambil tindakan dengan melakukan pendekatan yang lebih humanis, supaya pada akhirnya kekasihmu bisa lebih  tenang dan benar-benar memperlakukanmu lebih manusiawi.

Hal itu juga perlu kamu imbangi dengan sikapmu yang harus setia dengan kekasihmu. Jangan sampai kamu membuat dirinya kecewa dengan segala perlakukan yang kamu lakukan di belakangnya. Memang tidak menyenangkan jika memiliki pasangan kekasih yang temperamen. Katakanlah baru juga pacaran, namun perlakukan yang kamu dapatkan tidak memberikan dirimu ketenangan dan keamanan serta kenyaman sehingga kamu selalu dihantui rasa takut atau khawatir kalau-kalau pasangan kekasihmu marah dan melakukan tindakan kekerasan yang menimpamu.

Jadi, Ladies, alangkah baiknya sebelum kamu menerima seorang laki-laki untuk menjadi kekasihmu sebaiknya kamu perhatikan dahulu bagaimana tingkah lakunya. Jika dalam beberapa waktu, kamu menemukan adanya tanda-tanda bahwa laki-laki yang dekat denganmu melakukan hal-hal seperti ciri di atas, lebih baik kamu mundur dan menyatakan untuk tidak meneruskan hubungan yang kamu jalani. Buat apa kamu jalani jika dalam perjalanannya akan membuat sakit dan sedih. Itupun belum menjadi suamimu masih menjadi pacar. Bahkan seorang suami pun tidak diperkenankan melakukan kekerasan terhadap istrinya.

Kelemahan Wanita Itu Gampang Merasa Kehilangan Padahal Belum Memiliki

Kamu pernah memiliki rasa cinta terhadap seseorang, dan sayangnya dia tidak memperdulikan kamu? Atau menyukai seseorang dan ternyata dia yang kamu sukai tidak memiliki rasa yang sama seperti yang kamu rasakan? Sakit rasanya jika cinta bertepuk sebelah tangan. Tenang ladies, kamu bukan satu-satunya yang mengalami hal itu. Banyak wanita tentu pernah merasakan patah hati karena cintanya yang tidak ada balasan. Ada yang galau sehingga susah untuk move on karena cinta yang diinginkan tak berbalas. Namun bagaimana lagi, tentunya kamu harus melanjutkan hidupmu lagi bukan? Sangat tidak bijak jika kamu lantas berhenti begitu saja hanya perasaan yang kamu miliki untuk seseorang tidak mendapatkan balasan.

Wanita sering memiliki rasa kehilangan, padahal memiliki saja tidak. Hal ini yang menjadi penyebab diantara para wanita itu menjadi mudah galau atau susah move on. Saat perasaan yang kamu miliki untuk seseorang tidak mendapatkan balasan, maka kamu sudah terburu-buru merasa kehilangan, padahal kamu belum atau bahkan tidak pernah memilikinya. Perasaanmu sangat terluka meski sebenarnya seseorang yang kamu suka tidak pernah sedikitpun punya rasa suka terhadap dirimu dan tidak berniat melukai perasaanmu. Maka dari itu, kamu harus terima kenyataannya, ladies. Apapun itu meski pahit dan sakit rasanya, kenyataan yang harus kamu hadapi, jangan hanya terus berfantasi dan berhalusinasi dengan rasa galau yang tanpa ada alasannya.

Memang wanita adalah makhluk yang lemah. Tapi ingat ladies, jangan jadikan kelemahan itu menjadi penghambat untukmu. Seorang wanita bisa dengan mudah jatuh, memang tidak semua wanita seperti itu juga. Mudahnya para wanita jatuh cinta ini ternyata tidak diikuti sikap menerima segala kemungkinan yang terburuk. Nah ladies, jangan sampai kamu memiliki kelemahan seperti itu yang justru akan menghambat dirimu. Sehingga segala pekerjaan kamu jadi terbengkalai yang akibatnya justru merugikan dirimu sendiri. Bila memang seseorang yang kamu cintai dan sayangi tidak memiliki rasa yang sama denganmu lebih baik lepaskan dan tidak ada gunanya kamu memaksanya. Lebih baik kamu terus fokus dengan aktivitas kamu serta melakukan hal-hal yang positif dan penting untuk hidupmu.

Memang menyakitkan jika menerima kenyataan yang demikian. Rasanya sangat menyesakkan ketika kamu memiliki rasa dengan seseorang namun ternyata dia tidak menaruh hati sedikitpun denganmu. Untuk menyembuhkan luka itu memang perlu waktu. Namun, ketika nanti luka yang kamu rasakan itu sembuh, niscaya kamu akan tumbuh sebagai pribadi yang beda. Kamu bisa lebih kuat, tegar, dan mampu menerima segala kenyataan hidup yang kamu alami. Kamu bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa ketika menyikapi segala sesuatunya. Kamu tidak lagi menjadi seseorang yang mudah untuk punya perasaan dengan orang lain yang belum jelas kamu kenal siapa orangnya.

Jadi untuk apa kamu meratapi segalanya yang jelas-jelas tidak pernah kamu miliki. Justru hal itu sangat memalukan untuk dirimu sendiri, ladies. Terimalah apapun itu kenyataannya meski pahit. Seseorang yang kamu sukai dan sayangi tidak pernah membalas segala  yang kamu rasakan jangan kamu jadikan alasan untuk bersikap galau. Susah move on dan terus meratapi apa yang kamu alami secara tidak langsung telah membuatmu menjadi terpuruk dan segalanya justru secara perlahan akan menghancurkan hidupmu karena dirimu yang terlalu larut dalam kesedihan. Bangkitlah dari segala keterpurukanmu. Tataplah masa depan yang lebih berharga daripada memikirkan sekeping hati yang tak pernah dijadikan untuk kamu miliki.

Awas, Pria yang Jadi Anak Tunggal Cenderung Jadi Tukang Selingkuh!

Bukan hanya perselingkuhan terjadi karena suatu sebab. Ternyata, perselingkuhan pun bisa berkaitan dengan status anak di dalam keluarga. Ada penelitian yang baru-baru ini ditemukan dan mengungkap bahwa anak tunggal memang memiliki kecenderungan tidak setia kepada pasangan dibandingkan dengan orang yang memiliki saudara. Benarkah demikian?

Seperti fakta yang terjadi pada sebuah situs untuk mencari pasangan gelap, hasil identifikasi yang didapat bahwa orang-orang yang gemar mencari kesenangan lain ternyata mayoritas dilakukan oleh anak tunggal. Sebanyak 34% pengguna situs itu, ternyata yang paling gemar berselingkuh adalah mereka para anak tunggal. Selanjutnya diikuti oleh anak sulung 28%, anak bungsu 23%, anak tengah 15%, dan 24% yang mempunyai saudara tiri. Melihat hasil survei tersebut, maka ada asumsi bahwa orang tua mereka juga memiliki pasangan lebih dari satu yang akhirnya berdampak pada sang anak.

Hasil survey tersebut memiliki hubungan yang erat dengan karakter dari anak tunggal yang selalu menjadi prioritas. Tidak dipungkiri seorang anak tunggal selalu mendapatkan perhatian ekstra dibandingkan orang-orang yang memiliki saudara. Dari hasil penelitian itu, sekaligus mengungkapkan bahwa anak tunggal sangat egois dan ingin menang sendiri serta selalu mencari perhatian kepada orang-orang di sekitarnya. Hal itulah yang membuat ketika dewasa, anak-anak tunggal ini karakternya justru menjadi bumerang yang tidak menguntungkan ketika menjalani hubungan percintaan.

Saat si anak tunggal ini tidak mendapatkan apa yang diharapkan dari pasangannya, maka dengan cepat ia bisa beralih mencari orang lain untuk memenuhi egonya. Ditegaskan kembali oleh seorang peneliti, bahwa sudah umum jika anak tunggal sering merasa kesepian di masa kecilnya. Perasaan ini yang akhirnya membuat dirinya merasa dihantui saat dewasa dan menjalin hubungan asmara. Saat menjalani hubungan jarak jauh atau tidak mendapatkan perhatian yang diharapkannya, maka ia akan berpikir untuk mencari perhatian di tempat lain.

Bila ingin aman dalam membina hubungan percintaan, kamu bisa memilih anak tengah yang bisa dijadikan pasangan. Potensi anak tengah dalam hal selingkuh hanya sekitar 15% saja. Meski demikian, kamu tidak bisa menilai secara mutlak bahwa anak tunggal itu tukang selingkuh. Karena setiap anak selalu dibesarkan dengan cara yang beda-beda dari orang tuanya. Selain itu pengaruh lingkungan juga sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Hanya saja, kecenderungan untuk mengingkari komitmen sangat berkaitan dengan statusnya sebagai anak tunggal, sehingga sah saja saat ada penelitian yang mengungkap demikian.

Faktor dirinya yang selalu merasa kesepian, serta selalu mendapatkan perhatian yang lebih dari orang tuanya, menjadikan dirinya merasa egois. Apa yang diinginkannya harus selalu tersedia. Sehingga hal itu akan berdampak pada kehidupannya setelah dewasa. Apalagi saat menjalin hubungan asmara hingga menikah misalnya, kebiasaan yang dia dapat di masa kecilnya tentu akan terbawa dalam hubungan rumah tangganya. Ketika pasangan kamu sudah tidak mampu memenuhi apa yang kamu harapkan, maka jalan keluarnya adalah mencarinya kepada orang lain yang mampu memberikan segala keinginan dan harapannya dengan segera. Fakta yang diberikan di penelitian tersebut memang bukan suatu hal yang mutlak. Masih banyak anak-anak tunggal yang tidak memiliki kecenderungan tersebut.

Pastinya semua itu tinggal bagaimana pola didik yang dilakukan oleh orang tuanya kepada anaknya. Selain itu, adanya pengaruh lingkungan di luar yang serta merta mampu memberikan pengaruh besar terhadap pola perkembangan psikologi dari anak tunggal tersebut untuk melakukan perselingkuhan.

 

5 Alasan Wanita Tetap Mempertahankan Hubungan, Meski Kerap Dilukai Pasangan

Ladies, kamu pasti pernah mengalami situasi seperti ini. Atau bisa juga orang-orang terdekat kamu? Situasi dimana seseorang yang sering dilukai oleh pasangan, namun masih saja mempertahankan hubungan itu. Sepintas memang nggak habis pikir juga, mengapa suatu hubungan masih saja bertahan padahal pasangannya telah melakukan kesalahan. Banyak alasan dari para wanita untuk tetap bertahan meski terlalu sering dilukai. Mereka bahkan rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Banyak kasus terjadi, seorang wanita bisa mempertahankan hubungannya meski sebenarnya sudah tidak sehat dengan berbagai alasan. Apa saja alasan itu? Berikut rangkaian ulasannya.

  1. Takut kesepian

Seorang wanita memilih untuk bertahan dengan hubungannya meski sudah tidak sehat, karena daripada ditinggal dan merasa kesepian, maka mereka lebih memilih untuk tetap bertahan dengan kekasihnya. Terlebih lagi seseorang itu telah memberikannya banyak arti di kehidupannya. Tentu saja dengan melepaskannya bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

  1. Segalanya masih bisa diperbaiki

Terkadang wanita masih bisa begitu naif saat memandang suatu masalah. Seperti halnya dalam hubungan asmara. Seorang wanita kadang berpikir jika segala sesuatunya masih bisa diperbaiki. Alasan bertahan memberikan kesempatan kepada dirinya untuk bersabar dan menjadikan waktu yang tepat untuk memperbaiki semua kesalahan yang terjadi.

  1. Menganggap dirinya sebagai sumber masalah

Alasan ini memiliki faktor percaya diri dari wanita itu berkurang. Saat pasangannya melakukan kesalahan, kamu menganggap bahwa penyebabnya ada pada dirimu sendiri yang dulu telah melakukan kesalahan. Dengan kata lain, kamu menyalahkan dirimu sendiri, sehingga bertahan adalah pilihan tepat meski berulang kali disakiti.

4.Tidak menginginkan orang lain merasa khawatir

Saat kamu tidak ingin berpisah bisa jadi alasannya adalah orang-orang terdekatmu. Orang-orang terdekatmu sudah sangat mengenalnya dan menyayanginya dengan baik. Meski kamu sering dilukai, maka kamu memilihnya untuk bertahan. Bertahan meski hati terluka merupakan alasan yang tepat supaya orang-orang terdekatmu tidak merasa khawatir atau kecewa. Kamu lebih merasa jika dengan mencoba terlihat baik-baik saja, maka semuanya akan kembali seperti semula.

  1. Rasa takut tidak bisa menemukan kembali pengganti yang lebih baik

Ada ketakutan yang akan menghantuimu saat kamu memutuskan untuk melepasnya. Kamu ketakutan bahwa nanti kamu tidak bisa menemukan pengganti yang lebih baik dari sebelumnya. Maka kamu lebih memilih untuk bertahan daripada harus mengambil resiko tidak bisa lagi menemukan pengganti yang lebih baik.

Memang setiap hubungan tidak pernah lepas dari yang namanya masalah. Terlebih masalah percintaan yang memiliki masalah begitu kompleks. Hubungan percintaan memang tidak selamanya berjalan mulus. Ada kesalahpahaman, rasa kecewa, sakit hati, dan masih banyak lagi lainnya. Banyak kasus dalam sebuah hubungan percintaan seorang pria kerap melakukan kesalahan kepada pasangan wanitanya. Dan itu justru tidak membuat para wanita untuk melepaskannya justru memilih untuk tetap bertahan dengan berbagai alasan yang dimilikinya. Para wanita sangat menyadari bahwa pasangannya telah menyakitinya dan merasakan ada yang tidak beres dalam hubungannya. Namun, meski demikian para wanita ini selalu berusaha untuk terus bertahan. Tentunya dengan berbagai alasan seperti yang telah dikemukakan di atas.

Para wanita yang ingin terus bertahan dengan pasangannya ini meski sering disakiti juga beranggapan bahwa dengan mempertahankan hubungan, dirinya bisa terbebas dari gosip yang dihembuskan orang lain. Pilihan untuk bersabar dan menahan diri dalam hubungannya tentu akan menutupi masalah yang yang menimpa dirinya dan pasangannya.

Ini Lama Pacaran yang Ideal Sebelum Dia Bisa Mengajakmu Menikah

Pacaran adalah satu cara untuk mengenal pribadi yang satu dengan lainnya. Mungkin baru dikenalnya sebulan lalu atau lebih, yang akan membuatmu penasaran, apakah benar dia yang akan menjadi suamimu, pendamping hidupmu. Sebelum kamu memutuskan untuk menikah, memang ada baiknya ladies, untuk menentukan berapa lama waktu yang ideal untuk kamu pacaran. Beragam penelitian telah diungkapkan bahwa lama pacaran antara 1 hingga 2 tahun secara signifikan akan menurunkan resiko cerai di masa depan yang jumlahnya mencapai 20%. Namun jika masa pacaran hingga 3 tahun atau lebih di masa mendatang justru menurunkan angka perceraian hingga 50%.  Survey tersebut dilakukan terhadap 3000 pasangan yang telah menikah dan menemukan bahwa makin lama waktu pacaran dengan rentang waktu 1-5 tahun maka akan semakin mengenal satu sama lain, sehingga mampu mengurangi perceraian di masa depan.

Meski demikian, di dalam sebuah artikel psikologi terkini juga mengungkapkan bahwa lama waktu pacaran itu tidak berlaku untuk semua orang. Banyak faktor yang bisa menentukan lama pacara yang ideal dari setiap pasangan. Bila pasangan bertemu ketika di usianya 21 tahun, tentu akan beda dengan pasangan yang bertemu di usianya 31 tahun, begitu pula dengan mereka yang bertemu ketika usianya menginjak 41 tahun, dan seterusnya. Selain itu, pada sebagian pasangan yang bertemu merupakan complate stranger atau sama sekali tidak mengenal satu sama lain, dan beberapa lainnya sebelumnya sudah saling mengenal. Untuk itulah, di artikel tersebut diberikan saran berapa lama masa pacaran pra menikah yang bisa kamu putuskan. Tentunya masing-masing orang memiliki kisah cinta yangbeda-beda. Sebagian orang ada yang sudah berkali-kali pacaran namun baru menikah, sebagian lainnya tidak pernah sama sekali merasakan pacaran namun langsung menemukan jodohnya dan kemudian menikah.

Sebuah situs tentang relasionsip di Inggris mengemukakan, bahwa mereka melakukan survey terhadap 4000 pengantin yang lamanya pacaran rata-tata dari pacaran hingga menikah yang mendapatkan hasilnya kurang lebih 5 tahun masa pacaran. Memutuskan menikah setelah pacaran selama 5 tahun merupakan waktu yang dianggap ideal untuk para pasangan supaya saling mengenal dan memahami satu sama lain. Ada sekitar 80% yang mengharuskan para pasangan ini memerlukan untuk saling mengenal satu sama lain sebelum meyakinkan diri untuk menikah. Di tahun ini, para pasangan yang melangsungkan pernikahan memilik usia sekitar 31 tahun untuk wanita, sedang untuk pria menikah di tahun 2017 ini memiliki rata-rata usia 33 tahun. Dibandingkan jauh-jauh sebelumnya, katakanlah di tahun 70-an, rata-rata standar usia menikah untuk menikah, yaitu 23 tahun dan usia ideal pria menikah adalah 24 tahun.

Memang pilihan untuk menikah di usia berapapun merupakan keputusan dan hak setiap orang. Tidak perlu untuk mencapai usia ideal itu ketika akan melangsungkan pernikahan. Bahkan ada yang lebih baik bagi wanita menikah di usia 20 tahunan karena pada usia-usia tersebut, para wanita memiliki masa reproduksi yang paling subur, sehingga dalam pernikahannya tentu akan menghasilkan anak di usia yang masih muda pula.

Demikian sedikit ulasan mengenai berapa waktu pacaran yang ideal untuk kamu jalani. Mengenal seseorang yang akan menjadi pendamping hidupmu tentu lebih dan sangat penting. Supaya nantinya ketika sudah mengarungi bahtera rumah tangga tidak akan menyesal karena tidak memiliki pemahaman sebelumnya dari pasangan yang menikah denganmu saat ini. Akibatnya menjadikan pernikahan yang kamu bina justru akan hancur berantakan.

Begini Cara Terbaik untuk Putus dengan Pasangan Menurut Penelitian

Cara memutuskan hubungan asmara seseorang tentu beda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang terasa sakit, ada yang sangat menyakitkan sekali, dan ada pula yang biasa saja. Memang tidak mudah jika sedang putus cinta karena rata-rata kejadiannya selalu menyakitkan. Hal itu pasalnya banyak orang yang tahu bahwa ketika putus cinta selalu terjadi dengan hal-hal yang kurang baik, padahal ada cara memutuskan pasangan dengan cara yang lebih baik. Maka dari itulah, beberapa peneliti selalu menemukan segala cara yang paling baik dan tingkat rasa sakitnya bisa diminimalisir.

Seorang profesor dari Amerika yang merupakan seorang profesor Linguistik, Alan Manning dan juga Nicole Amare mengemukakan penemuannya bahwa saat mendapat atau mendengar kabar buruk, orang-orang lebih menyukainya ketika dikabarkan secara terbuka, langsung, tanpa jeda, dan penuh keterusterangan. Penelitian yang dilakukan ini telah diikuti 145 partisipan ketika mendapatkan skenario kabar buruk. Para partisipan ini diberikan dua pilihan penyampai kabar buruk, pertama secara jujur atau sopan. Dari penelitian itu, ternyata mayoritas partisipan lebih memilih penyampaiannya itu secara jujur, jelas, terbuka, dan langsung. Kabar yang disampaikan secara terbuka tentu lebih efisien, spesifik, dan tidak ada yang ditutupi. Mereka para partisipan sangat menghargai segala hal yang terbuka dan kejujuran.

Situasi akan menjadi lebih buruk ketika kabar-kabar buruk diawali dengan isyarat-isyarat yang tepat. Bila menyangkut pada hal-hal personal, maka lebih baik disampaikan secara langsung tanpa ditunda terlebih dahulu. Anda bisa memulainya dengan kalimat isyarat yang langsung seperti misalnya, “kita perlu bicara”. Kalimat isyarat itu lebih dari cukup untuk membuat seseorang bersiap menerima kabar yang buruk serta serius. Banyak orang tentu tidak akan menyukai adanya kabar buruk. Meskipun itu disampaikan secara sopan dan berbelit-belit bahkan tanpa ada isyarat apapun akan mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan. Dengan metode penyampaian semacam itu, tentunya mereka yang mendapatkan kabar buruk justru lebih menyakitkan karena tidak mampu memperkirakan akan mendapatkan kabar buruk.

Banyak tips yang bisa kamu dapatkan untuk mendapatkan pujaan hati kamu. Semua cara bisa kamu dapatkan mulai tips berkencan pertama, trik menarik perhatian, hingga tips sukses menyatakan cinta supaya langsung diterima. Namun, adakah kamu menemukan cara untuk memutuskan kekasih? Tentu sangat sulit sekali bukan? Karena hal ini secara fakta, banyak orang tidak mampu meredam rasa sakit yang timbul karena adanya perpisahan. Banyak orang tidak bisa mengutarakan maksudnya secara terbuka dengan kekasih saat ingin putus. Sehingga yang terjadi rasa sakit ketika terjadi perpisahan dengan pasangan. Seperti yang diungkap pada penelitian di sebuah universitas di Inggris, bahwa cara terbaik untuk mengakhiri hubungan adalah dengan berbicara secara terbuka. Bicara lebih frontal, tegas, serta lugas merupakan cara efektif untuk bisa kamu lakukan saat ingin mengakhiri hubungan dengan kekasihmu.

Hasil dari penelitian itu sangat mencengangkan. Para responden yang menjadi sampel penelitian itu menyatakan bahwa bicara secara terbuka, tegas, adalah cara yang paling disukai semua orang. Orang-orang tidak membutuhkan kata-kata pengantar yang panjang lebar atau apapun itu. Mereka hanya membutuhkan segera disampaikan sesuai dengan isi hati secara sederhana dan jelas. Namun yang disayangkan, kondisi faktual yang terjadi di lapangan bahwa banyak orang masih menggunakan cara berbelit-belit tanpa langsung menyentuh inti dari pembicaraannya. Jadi, daripada membuat pasangan kamu semakin kecewa, lebih baik kamu langsung ungkapkan maksud kamu memutuskan hubungan itu.

4 Alasan Logis Berteman Kembali dengan Mantan Itu Tak Pernah Mudah

Terkadang sebuah hubungan memang tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Tadinya seseorang merasa penuh cinta dengan seseorang lalu tiba-tiba menjadi seolah asing baginya. Sehingga hubungan yang telah dibina bertahun-tahun bisa saja berakhir karena suatu sebab. Hubungan baik dengan mantan sebaiknya memang perlu dijaga. Namun, itu hanya ekspektasi belaka. Realita dan kenyataannya untuk menjadikan mantan sebagai teman itu bukanlah hal yang mudah. Menjaga hubungan baik dengan mantan memang tidak semudah dengan apa yang dikatakan. Ada saja alasan yang membuat bahwa seorang mantan tetap saja mantan yang tidak akan pernah ada baiknya. Apa saja sebenarnya alasan yang menjadikan menjaga hubungan baik dengan mantan itu tidak mudah? Berikut ulasannya.

  1. Sulit untuk menghapus sebuah kenangan, apalagi kenangan yang menyakitkan

Saat kamu masih bersamanya, kamu selalu teringat akan kenangan-kenangan yang telah kalian lalui. Namun, setelah kamu tidak bersamanya lagi, untuk menghapus segala kenangan itu akan terasa sulit sekali. Memiliki sikap yang biasa-biasa saja kepada seseorang yang pernah begitu istimewa memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini dikarenakan setiap bersama dirinya, segala ingatan yang memiliki kesan tentu dengan sendirinya akan muncul kembali. Berpindah ke lain hati memang memerlukan perjuangan yang tidak mudah.

  1. Adanya sikap kompetitif

Saat kamu memutuskan hubungan kamu dengan pacar kamu. Maka yang terjadi antara kamu dan pacar kamu telah memilih jalan yang berbeda. Namun, jangan salah. Hal itu justru akan memunculkan sikap kompetitif diantara keduanya. Kamu dan mantan kamu akan saling berlomba siapa yang akan move on duluan. Caranya dengan menemukan pasangan baru pastinya. Sehingga yang terjadi, kamu bukannya menjadi teman justu menganggap musuh.

  1. Masih memiliki harapan untuk kembali

Saat kamu dan mantan memutuskan hubungan, ternyata diam-diam juga masih menyimpan harapan untuk kembali baik dengan mantan. Hal ini membuatmu tidak ingin hanya sekedar berteman saja. Itu tidak cukup buat kamu. Saat berada di dekatnya, kamu terus berharap supaya bisa kembali bersama lagi. Semakin sering bersama, maka keinginanmu untuk bersama lagi makin besar. Dengan hanya sekedar berteman yang ada malah membuatmu tersiksa secara batin.

  1. Tidak menginginkan orang-orang di sekitarmu ikut-ikutan berharap

Saat kamu kembali menjalin hubungan dengan mantan kamu, mungkin orang-orang di sekitarmu juga ikut mendukungnya. Namun, ketika kamu putus, maka orang-orang terdekatmu pun juga ikut kecewa. Untuk menjaga perasaan orang di sekitarmu, maka kamu tentu lebih memilih untuk menjaga jarak dengan mantan daripada harus memutuskan silaturahmi dengan keluarga maupun teman.

Keempat hal di atas memang menjadi alasan yang logis bahwa untuk menjaga hubungan baik dengan mantan itu tidaklah mudah. Ada banyak perasaan yang harus dijaga selain perasaan kamu sendiri serta mantan kamu, ada perasaan lainnya yang harus kamu jaga yaitu orang-orang di sekitar kamu. Untuk itulah, memang sangat mustahil bila kamu sudah memutuskan hubungan dengan mantan kamu, segalanya akan menjadi baik-baik lagi setelah putus. Kamu justru mengalami pergolakan batin serta hal-hal lainnya yang bisa saja membuatmu merasa tidak nyaman ketika kembali dekat mantan kamu. Meskipun, ada beberapa orang yang biasa-biasa saja dengan mantannya, serta bersikap layaknya teman biasa kembali tanpa perlu ada komitmen apapun dan bersepakat untuk membuang jauh segala kenangan yang pernah ada, tanpa perlu untuk mengingatnya kembali.

Ladies, Perhatikan Ini 4 Tanda Cintanya Tulus dan Bukan Cuma Nafsu Belaka

Cinta merupakan kata yang bisa juga dibilang absurd dan bisa juga dibilang nyata. Cinta itu merupakan hal yang tak kasat mata serta hanya mampu dilihat melalui tindakan. Seseorang yang sedang dilanda cinta, tindakannya bagaikan orang buta. Batas antara logika dan rasa, sayang dan juga dengan nafsu, menjadi seolah-olah bias. Pastinya setiap orang ingin dicintai secara tulus. Tidak hanya sekedar menjadi budak nafsu belaka.

Buat kamu yang ingin tahu seberapa tulus pasangan kamu terhadap dirimu, memang suatu hal yang gampang-gampang susah. Akan sangat sulit jika kamu langsung membuat suatu kesimpulan ketika baru sekali mencoba. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk cari tahu apa jawabannya.  Sebenarnya ketulusan cinta itu bisa kamu rasakan dari dalam hati kamu. Tidak perlu susah-susah ternyata. Memang untuk merasakaannya itu, kamu perlu memiliki sinyal yang kuat supaya kamu bisa lebih peka.

Nah ladies, coba ladies, perhatikan ini 4 tanda cintanya tulus dan bukan cuma nafsu belaka.

  1. Pasangan kamu tidak pernah menjatuhkanmu dari segala kekurangan yang kamu miliki

Pasangan yang tulus tentu tahu segala kekurangan dan kelemahanmu. Kamu juga harus jujur kepadanya jika dirimu bukan orang yang sempurna untuknya. Jika dia memang seseorang yang sangat tulus mencintai kamu, tentunya dia tidak akan pernah sekalipun untuk menjatuhkanmu dari kekurangan-kekurangan yang kamu miliki. Bahkan sampai memanfaatkan dari kelemahan yang kamu miliki. Justru sebaliknya, dia akan berusaha untuk selalu ada di dekatmu dengan menyayangimu secara maksimal agar kelebihan yang kamu miliki bisa meningkat.

  1. Selalu menghormati prinsipmu

Pasangan bukan berarti memiliki cara pandang yang sama dalam menyikapi suatu hal. Mungkin saja, ada beberapa pemahaman akan nilai-nilai yang bisa saja beda antara dirimu dan dia. Dia yang menjadi pasangan kamu tentu juga mengetahui prinsip yang kamu pegang. Seorang pasangan yang tulus mencintai dan menyayangi kamu, tentu akan selalu menghormati apa yang menjadi prinsipmu itu. Bukan seharusnya mempermasalahkan serta memaksamu untuk sejalan dengan pikiran dia.

  1. Tidak pernah berniat untuk mencelakaimu

Ketika kamu dan pasanganmu sedang berdua atau berada di sebuah komunitas yang banyak orang, dia tidak akan pernah memperlakukanmu dengan kasar. Sedikitpun dia tidak pernah melakukan tindakan-tindakan kasar baik fisik maupun verbal kepada dirimu. Dia selalu memperlakukan kamu dengan penuh kelembutan sehingga kamu pun merasa nyaman dan juga aman saat bersama dengannya.

  1. Selalu membuatmu untuk menjadi orang yang lebih baik

Ketika kamu bersama dia, kamu selalu punya semangat agar menjadi seseorang yang lebih baik. Seiring waktu yang berjalan, kamu dan dia akan menjadi pribadi yang matang dan dewasa. Segala permasalahan yang kalian hadapi bisa disikapi dengan kepala dingin, dan tidak saling menyalahkan satu sama lain. Tentunya pasangan yang demikian ini merupakan pasangan yang ideal buat kamu. Sehingga bersama dia, kamu akan menjadi seseorang yang lebih berarti.

Itu dia ladies, keempat hal yang harus kamu perhatikan untuk melihat tanda bahwa seseorang yang mencintai kamu dengan tulus dan bukannya sekedar melampiaskan nafsunya belaka. Sangat beruntung pastinya, kamu memiliki seorang pasangan yang benar-benar menjagamu dengan kasih sayang dan cintanya yang tulus untukmu. Dengan demikian, perjalananan cintamu bersamanya akan menjadi suatu momen terindah dalam hidupmu untuk menuju ke kehidupan yang lebih meningkat pastinya dengan membina rumah tangga yang harmonis.

Jangan Ngarep Dulu, Kenali 5 Ciri Pria Tidak Ingin Jadi Pacar

Saat ada seseorang yang mencoba mendekatimu yang akhirnya menjadi akrab tentu banyak yang membuatnya salah paham.Tentu akan banyak orang mengira bahwa pria itu adalah pacar kamu. Sering terjadi dan mungkin kamu alami juga, ketika mengalami kedekatan dengan seseorang namun masih bingung apa yang sebenarnya diinginkan. Apakah ingin jadi pacar atau sekedar sahabat. Mungkin saja, saat ini kamu memiliki pikiran bahwa setiap orang itu sama. Semua ingin menjadi pacar bila sedang melakukan pendekatan terhadap dirimu. Namun itu belum tentu ladies. meskipun ada namun jarang yang hanya ingin menjadi sahabatan saja.

Memang sulit rasanya membedakan mana yang ingin jadi pacar atau sebaliknya. Maka dari itu kamu harus benar-benar teliti, apakah pria  yang dekat denganmu serius mencintaimu atau hanya sekedar nafsu saja. Mungkin kita tidak akan keberatan ketika rasa cinta sudah begitu besar, pada umumnya memang seperti itu. Namun, hal ini justru memberikan kemungkinan yang besar bahwa dia akan mengecewakanmu nantinya. Saat dia merasa puas apa yang didapat, atau jenuh denganmu, maka dengan mudahnya dia akan mencari berbagai alasan untuk meninggalkanmu. Segalanya sudah kamu berikan, namun dia tidak memberikan apa yang kamu harapkan. Nah, berikut ini ada 5 ciri pria tidak ingin jadi pacar yang bisa kamu ketahui.

  1. Selalu melihat bentuk tubuhmu

Saat pria yang kamu cintai dan ternyata yang terjadi dia selalu memperhatikan bentuk tubuhmu, maka bisa dibilang pria yang dekat denganmu adalah pria yang mencintaimu karena nafsu. Kamu ragu? Coba saja saat kamu tanyakan ke teman pria kamu. Ketika sedang jalan, biasanya pria yang dekat denganmu ini akan terus menerus memperhatikan bagian tubuh kamu dari dada hingga kaki, karena dia sedang membayangkan yang aneh-aneh terhadap dirimu.

  1. Tidak ingin dekat dengan orang tua kamu

Pernahkah kamu ingin mengenalkan pacar kepada orang tua kamu? Lalu apa responnya? Bila pacar kamu menerima tawaran kamu dengan positif, maka pria ini benar-benar serius denganmu. Namun jika sebaliknya dan itu hanya hal yang biasa-biasa saja, maka pacara kamu ini hanya mencintaimu karena nafsu dan tidak menginginkan keseriusan dalam menjalin hubungan denganmu.

  1. Selalu mengajakmu ke tempat  yang sepi

Ada banyak cara pria ingin menyalurkan hasratnya dengan wanita. Salah satunya dengan mengajaknya ke tempat sepi. Alasannya karena lebih nyaman berdua yang merupakan modus yang dilakukan pria penuh nafsu. Setelah kamu sudah berduaan dengan pria yang denganmu di tempat sepi, tentu kamu bisa menebak apa  yang dilakukan pria tersebut kepadamu. Tentunya pria ini akan mengeluarkan berbagai rayuan gombalnya supaya kamu mau melakukan seperti yang dia inginkan,  yang akhirnya menjerumuskanmu ke dalam dosa besar.

  1. Selalu membicarakan seks

Saat kamu telpon dengan pacar kamu, pernahkah kamu membicarakan tentang seks? Jangan salah, itu adalah modus para pria supaya kamu mau membayangkan untuk melakukan hal-hal tidak baik. Hingga akhirnya si dia ingin melakukannya secara langsung dengan kamu.

  1. Mengajakmu melakukan hubungan badan

Bila kamu mendapati laki-laki dengan ciri seperti ini, maka sudah tidak perlu kamu ragukan lagi. Kamu harus tinggalkan dia. Tentu bukan hal yang bijak belum menikah sudah ingin melakukan hubungan badan. Jika pacar kamu mengajakmu untuk melakukan hubungan badan sebaiknya kamu menghindarinya. Cinta  yang tulus itu akan tetap terjaga kesuciannya hingga pernikahan kelak. Namun, bila kamu bersedia melakukannya, maka kamu harus siap-siap untuk ditinggalkan. Karena kelak kamu akan ditinggalkannya. Pria seperti ini hanya mencintaimu karena nafsu belaka.