Beberapa Cara Untuk Menghindari Stress di Tempat Kerja

Bekerja merupakan aktivitas yang tentunya akan selalu dilakukan sebagai upaya untuk bertahan hidup. Orang melaksanakan produktifitasnya dengan bekerja dan hal ini menjadi rutinitas yang bersifat random. Mengapa? Karena banyak hal yang tidak terprediksi bisa terjadi di tempat kerja.

Banyak yang menganggap bahwa tempat kerja merupakan rumah kedua, karena seseorang hanya akan berpindah dari tempat tinggal ke tempat kerja. Namun, tak jarang tekanan pekerjaan tentunya membuat seseorang menjadi stress dan tak jarang beberapa dari mereka memilih untuk mengabaikan pekerjaan tersebut karena terlalu menekan. Hal ini salah ya, Ladies. Karena biar bagaimanapun pekerjaan harus diselesaikan. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa membantumu terhindar dari tekanan atau rasa stress di tempat kerja.

Melengkapi keperluan pribadi

Mengingat tempat kerjamu merupakan area yang akan kamu tempati selama bekerja, agar tidak terhindar dari stress baiknya kamu melengkapi keperluan yang biasanya akan sangat kamu perlukan selama menjalankan aktivitas. Melengkapi segala keperluanmu di area kerja dapat menghindarkan kamu dari stress karena kamu akan merasa tidak kekurangan pendukung kerja. Lengkapi kebutuhan alat tulismu sendiri, atau mungkin siapkan sendiri charger gadgetmu khusus di tempat kerja agar tidak perlu repot membawa-bawanya lagi atau malah bikin kamu pusing karena tertinggal.

Hias meja kerjamu

Mendekorasi meja kerja cukup membantu kamu untuk terhindar dari tekanan atau stress. Buat senyaman mungkin area kerja kamu agar kamu merasa bahwa kamu benar-benar ada di “tempat” mu. Namun, jangan menghias meja kerjamu terlalu berlebihan atau malah akan menimbulkan kesan berantakan. Makin bikin kamu enggak mood buat kerja. Dari sudut pandang psikologi ruang, meja kerja yang memiliki tanaman kecil nyatanya dapat membantu meringankan rasa stres. Apalagi jika lokasi kantormu berada di area kota besar, saat perjalanannya aja udah berjumpa dengan begitu banyak polusi. Kayaknya kamu memang perlu yang hijau-hijau untuk dipandang.

Siapkan “atribut perang”

Kamu butuh musik agar bisa fokus? Siapkan earphone. Kamu butuh kudapan untuk bisa bekerja tanpa membiarkan perut kosong? Siapkan snack atau cemilan. Kamu butuh segelas kopi untuk membantumu agar tetap fokus? Siapkan persediaannya. Nah apalagi atribut perang yang kamu butuhkan? Nah, membuat diri kamu siap menghadapi segala pekerjaan yang “tiba-tiba” hadir memang dibutuhkan kesediaan diri yang ekstra. Jangan lupa siapkan atribut perang ini dan buat dirimu senyaman mungkin bekerja.

15 menit emas

Dalam hidup manusia memang membutuhkan waktu jeda, begitu pula dengan aktivitas kamu di tempat kerja. Perlu kamu ketahui bahwa bekerja penuh di depan layar memberikan dampak buruk bagi kesehatanmu. Dan untuk menghindari hal tersebut terjadi, baiknya kamu mengambil waktu rehat sejenak selain waktu makan siang. Waktu rehat ini tidak membutuhkan hitungan jam, karena hanya dengan 15 menit saja kamu bisa menyelamatkan diri dari kepenatan dan menghindarkan diri dari stress. Dalam waktu 15 menit tersebut, kamu bisa sejenak meninggalkan tempat dudukmu dan berikan relaksasi pada punggung dan pundakmu yang kaku. Berjalan-jalanlah sejenak atau sembari membuat segelas minuman.

Kunci dalam menghindarkan diri dari stress karena pekerjaan adalah mempersiapkan dan membuat diri senyaman mungkin dalam bekerja. Selain itu, lingkungan dan atmosfer kerja juga nyatanya turut ambil bagian. Jadi jangan sampai kamu salah memilih pekerjaan dan sampai akhirnya kamu merasa bahwa pekerjaan itu tidak cocok denganmu. Beruntungnya di era kejayaan generasi milenials saat ini, banyak sekali tempat kerja yang mulai memperhatikan kesehatan psikis dan mental para pekerjanya. Biasanya di kantor-kantor yang dibentuk dan dibangun oleh para generasi penggebrak ini menyediakan fasilitas yang dapat membuat pekerjanya nyaman dan terhindar dari stress lengkap dengan dekorasi dan interior yang gress banget. Dijamin, kamu akan semakin nyaman bekerja nih, Ladies. Yuk Semangat terus para Ladies, mood dan semangat yang positif akan memberikanmu booster agar terhindar dari stress.

Begini Millenial Mengubah Persepsi Mengenai Tempat Kerja

Setelah generasi Babyboomers  dan generasi X menjajal secara dominan bagaimana budaya dan “bentuk” suatu tempat kerja, giliran saat ini generasi baru mulai masuk dan mendominasi perjalanan produktifitas dunia. Inilah Millenial, atau generasi yang lahir di awal 90-an generasi yang juga mengalami berbagai peralihan dalam perkembangannya ini dianggap sebagai generasi yang lebih matang dan mengerti bagaimana menyikapi segala struktur yang berkembang dalam perjalanan pertumbuhan generasi ini.

Tak hanya menghadapi perkembangan budaya dan teknologi, generasi ini juga ternyata berhasil menciptakan persepsi lain yang terbilang cukup penting dan cukup krusial bagi perkembangan dunia produktifitas. Mengapa?? karena generasi 90-an ini kini mulai masuk dalam usia produktif. Percaya atau tidak, Millenials kini telah menciptakan gambaran baru tentang tempat kerja. Nah sebagai Millenials, sadar enggak yah kita??

Pemanfaatan teknologi

Bukan lagi hal yang baru, Millenials memang merupakan generasi yang terbilang sangat berhasil mengoptimalkan teknologi sebagai hal yang sangat krusial dalam sebuah tempat kerja. Bertumbuh dalam era perkembangan teknologi, membuat Millenial menganggap bahwa cara kerja konvensional dengan penggunaan teknologi yang minim tidaklah cukup membantu. Bagi para Millenials teknologi memang sangat mempermudah pekerjaan, walaupun dalam beberapa generasi sebelumnya penggunaan teknologi seperti komputer dan fax mungkin sudah diaplikasikan. Namun, di awal era 2000an teknologi dalam tempat kerja semakin dominan digunakan dan berfungsi dengan sangat baik sampai sekarang. Hayoo, siapa yang enggak bisa kerja tanpa WIFI?

Tempat kerja yang menyenangkan

Bila dahulu gambaran sebuah kantor konvensional adalah ruangan dengan meja yang bersekat banyak, saat ini justru dekorasi ruang lah yang semakin optimal. Millenials paham betul bahwa bekerja di tempat dengan situasi dan dekorasi yang atraktif justru akan lebih membuat nyaman. Selain itu, seragam kerja yang lebih kasual dan tidak terlalu beart juga membuat mereka, para millenials tidak merasa kaku ataupun bosan dengan lingkungan kerja.

Hilangnya hierarki organisasi tradisional

Pada generasi sebelumnya, antara atasan dan karyawan biasanya sangat nampak hirarkinya. Ruangan bagi atasan yang berlokasi di lantai yang berbeda, luas ruangan yang lebih besar, bahkan fasilitas lain yang nampaknya memberikan sekat yang jelas antara atasan dan bawahan sangat ketara. Namun, sejak generasi millenial ini memasuki dunia dan lingkungan kerja mereka memiliki pemikiran yang out of the box. Mereka juga merasa bahwa keberhasilan kerja adalah kesuksesan bersama, diantara mereka tidak ada yang namanya bos dan bawahan. Mereka akan membentuk tim kerja layaknya bekerja bersama teman dan lebih spesialnya lagi mereka yang menjadi atasan lebih suka membaur bersama dengan rekan-rekan yang bekerja untuknya dan menghadapi segala situasi bersama.

Pengembangan diri menjadi hal utama

Bagi generasi milenial pengembangan diri merupakan hal yang penting.  Banyak millenials yang menjalankan kerja sambil kuliah atau juga mengikuti berbagai pelatihan pengembangan diri lainnya. Di tempat kerjapun, sistem mentoring akan lebih diaplikasikan, selain itu tantangan merupakan sesuatu yang semakin diminati. Maka dalam dunia kerja bersama millenials mereka tidak memiliki kata “Bos” yang ada adalah Leader. Karena seorang leader adalah seorang pemimpin yang tidak hanya memimpin perusahaan, namun juga siap terjun langsung bersama anak buah dan berjuang bersama untuk membawa nasib perusahaan jadi lebih baik dan senantiasa memberikan banyak advice ataupun masukan untuk pengembangan diri rekan-rekan kerjanya.

 

Sebagai generasi Millenials yang saat ini sedang berkecimpung di dunia kerja, kita harus berbangga karena telah membuat budaya kerja menjadi lebih terbilang menyenangkan untuk dijalani tanpa mengikis profesionalitas. Generasi millenials juga terbilang cukup berhasil bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk menunjang keberhasilan pekerjaan.

 

Hal-hal yang Dirasa Perlu Kamu Persiapkan Sebelum Mulai Magang

Banyak dari beberapa orang akan menghadapi aktivitas magang sebagai tugas akhir atau sebagai kewajiban yang ditetapkan oleh sebuah institusi pendidikan. Nah, karena karyawan magang biasanya belum punya cukup pengalaman ataupun persiapan, biasanya rasa canggung dan ragu-ragu pasti ada dan menyelimuti perasaan.

Artikel ini akan mengajak kamu untuk tidak lagi ragu dan siap menjalani aktivitas magang dalam sebuah tempat kerja, yuk simak beberapa hal yang kamu perlu persiapkan sebelum memulai magang.

 

  1. Mencari tempat yang sesuai

Magang bisa dibilang merupakan simulasi kegiatan bekerja sesungguhnya. Nah kalau kamu bekerja pastinya harus yang sesuai dengan keahlian kamu kan, maka jangan sampai salah mencari tempat magang. Bila kamu mencari lowongan magang dengan cara memanfaatkan ranah digital seperti situs-situs pencari kerja online, kamu bisa menentukan sendiri kriteria calon tempat magangmu nanti biasanya melalui fitur filter. Selain tempat yang sesuai dengan keahlian, kamu juga perlu memperhatikan lokasi tempat kerja, jangan yang terlalu jauh sampai kamu tidak bisa mencapainya atau kamu perlu modal besar untuk menjalankan magang tersebut.

 

  1. Cari tahu profil perusahaan

Cari profil perusahaan atau tempat kerja kamu dengan cara memasukan nama perusahaan dalam mesin pencari. Mencari profile dan membaca ulasan perusahaan menjadi hal yang cukup membantu mendongkrak keyakinan kamu dan mengurangi keraguan kamu. Sejauh ini, banyak perusahaan yang memilih untuk merekrut anak-anak muda yang potensial untuk diberikan kesempatan magang, nah ini merupakan kesempatan emas bagi kalian untuk benar-benar menjalankan magang dan memperoleh banyak pengetahuan dari kegiatan tersebut. Kamu juga perlu meraba-raba kira-kira kultur kerja yang seperti apa yang diaplikasikan di sana melalui profile perusahaan yang kamu cari sebelum kamu magang.

 

  1. Pelajari kultur perusahaannya

Setelah kamu berhasil mencari profile dari perusahaan tersebut, kamu tentu sangat diwajibkan untuk mempelajari kulturnya. Bila perusahaan memiliki sedikitnya 10-30 orang karyawan bisa dibilang perusahaan tersebut akan memiliki budaya kerja yang cukup dekat satu sama lain, bisa juga dibilang cukup kekeluargaan. Lalu kamu juga bisa melihat budaya kerja dari pakaian yang dikenakan sebagai pakaian kerja sehari hari, apakah itu gaya kasual atau formal. Dan bila saat kamu berkomunikasi dengan PIC tempat magangmu dan ia masih tergolong berusia muda, kamu harus tetap mempertahankan rispek terhadap mereka.

 

  1. Banyak bertanya saat sesi wawancara

Pada saat masuk tahap wawancara kerja, jangan lupa untuk mencari banyak informasi. Jangan ragu untuk bertanya mengenai berbagai informasi mengenai operasional kerja dan beragam hal yang terkait dengan sistematika kerja. Kamu juga memiliki hak untuk bertanya kepada siapa kamu boleh mengajukan bimbingan dan beberapa hal terkait keperluan institusi pendidikan dan pekerjaan.

Sejatinya menjalankan magang menjadi akan sangat menyenangkan apabila kamu mempersiapkan diri dan menemukan tempat yang tepat. Bagi kamu Ladies yang lebih tertarik untuk mencoba berkarir di lahan pekerjaan sejenis startup, bisa jadi hal tersebut akan menjadi pengalaman yang menyenangkan mengingat startup biasanya memiliki lebih banyak pekerja yang masih berusia muda dengan semangat muda dan beragam inovasi. Yang pasti jangan pernah lupa untuk mencari tahu terlebih dahulu profile perusahaan sebelum bergabung bersama. Siap untuk magang, Ladies?

Trik Cara Jawab Pertanyaan Tentang Kelebihan dan Kelemahan Diri Waktu Interview

Tahap interview atau wawancara kerja, seringkali menjadi momen yang paling menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi beberapa orang. Bagaimana tidak, ketika kamu mendapat panggilan untuk interview kamu tentu merasa bagaikan mendapat surat cinta yang pertama. Apa yang kamu tunggu-tunggu akhirnya datang juga, selain kamu merasa senang akan kabar pemanggilan itu, tidak dipungkiri lagi kamu juga pasti merasa deg-deg an alias gugup, apa lagi ketika mendapat pertanyaan mengenai kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirimu.

Alih-alih gugup dan ragu karena takut dianggap terlalu pede atau terlalu minder, kamu biasanya berusaha menjawab bagian pertanyaan ini dengan jawaban yang so-so aja. Padahal, kalau kamu mengetahui bagaimana cara untuk menjawabnya kamu bisa menjadi kandidat yang patut diperhitungkan oleh perusahaan. Nah, berikut ini trik untuk menjawab pertanyaan terkait hal tersebut saat menghadapi sesi wawancara.

 

  1. Hindari ucapan mengenai kelemahan yang fatal

Ketika ditanya tentang kelemahanmu, kamu mungkin akan merasa kalau kamu memiliki begitu banyak kelemahan. Namu, jangan sampai kelemahan-kelemahan tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa ditolerir di lingkungan pekerjaan apalagi kelemahan-kelemahan yang tidak masuk akal atau terkesan main-main.

Bila kamu memiliki kelemahan fisik yang berkaitan dengan kesehatan seperti; kamu memiliki penyakit maag atau astma yang bisa kambuh apabila kamu ada di situasi tertentu yang sesungguhnya bisa kamu hadapi atau kamu cegah sebelum terjadi, itu masih masuk akal. Jangan ceritakan kalau kamu adalah orang yang sulit bangun pagi atau sulit bekerjasama dengan rekan kerja lainnya. Karena selain itu tidak masuk akal, kelemahan tersebut tentu tidak bisa ditolerir dan menimbulkan kesan bahwa kamu memperburuk citra dirimu sendiri.

 

  1. Ceritakan bahwa kamu tetap butuh belajar

Ketika ditanya mengenai kelebihan kamu, tentu kamu tau dan menyadari bahwa di bidang apa kamu melamar pekerjaan, di situlah kelebihan kamu juga. Namun, ceritakan bahwa bagaimanapun kelebihan kamu, kamu tetap berharap bahwa kamu bisa banyak belajar dan berkembang dengan cara bergabung bersama dan berkarya dalam perusahaan. Bila kamu menjawab dengan cara ini, kamu memang humble dan nampak sungguh-sungguh ingin bergabung bersama tim kerja dalam perusahaan tersebut.

 

  1. Tunjukan bahasa tubuh atau gesture yang baik

Walaupun kamu pasti merasa gugup dan takut salah dalam menjawab, hal yang sangat penting untuk kamu tetap pertahankan adalah bahasa tubuh atau gesture yang baik. Oh iya, sesungguhnya kamu perlu sekali mengetahui jenis perusahaan apa yang akan kamu tempati nanti. Ketahui bagaimana kultur dan mayoritas karyawan yang bekerja di sana. Karena, mengikuti wawancara kerja tidak selamanya mengharuskan kamu mengenakan pakaian putih hitam. Yang penting kamu datang dengan pakaian yang pantas dan sopan, serta rapih. Kecuali, ada yang cara berpakaian yang ditetapkan oleh perusahaan saat wawancara.

 

  1. Jangan mencoba menghindari pertanyaan

Hal ini penting jangan pernah mencoba untuk menghindari pertanyaan atau menjawabnya dengan topik yang lain. Ketahuilah pewawancara tidak akan memberikan kamu pertanyaan yang sesungguhnya melampaui bidang yang kamu ketahui seputar pekerjaan yang kamu lamar. Jangan pula menjawab dengan jawaban “tidak tahu sama sekali” namun kamu akan lebih bijak apabila kamu tidak mengetahui sesuatu, berkatalah “mungkin ada hal yang saya kurang ketahui, bila diperkenankan, bolehkah saya tahu apa itu?”

 

  1. Stuck?! Jawab dengan cara ini.

Adakalanya ketika ditanya, kamu akan merasa buntu dan tidak memiliki jawaban lagi soal pertanyaan yang terkait dengan kelebihan dan kekurangan diri. Nah, trik jitu yang bisa kamu lakukan agar tidak mengindari pertanyaan tersebut adalah jawab bahwa kamu merasa kalau kamu kurang baik dalam hal delegasi tugas. Kamu juga bisa menjawab kalau kamu seringkali merasa tidak mudah percaya dengan rekan kerja begitu saja, sehingga seringkali mengoreksi ataupun menanyakan hal mengenai pekerjaan tersebut berulang-ulang. Atau kamu bisa menjawab bahwa kamu terkadang terlalu jujur dalam memberikan penilaian atau kritik dan hal itu membuat kamu merasa tidak enak hati pada rekan kerja.

Job Vacancy : Social Media Specialist Gwenmagz

Lokasi : Jakarta

Gwenmagz mencari seorang Social Media Specialist yang terdorong dan tertarik untuk membangun interaksi virtual dengan masyarakat dan pengguna jaringan yang bertarget.

Requirement :

  1. Usia 21-23 tahun
  2. Bepengalaman di bidang Media Sosial minimal 1 Tahun adalah nilai lebih (fresh graduate silahkan melamar)
  3. Menyukai dunia penulisan
  4. Up to date dengan tren
  5. Memiliki pengetahuan yang baik tentang pengaturan foto, video, dan teks
  6. Pribadi positif, gemar bekerja sama dalam tim
  7. Bisa berbahasa Inggris adalah nilai lebih

Bila kamu merasa kamu adalah kandidat yang memenuhi syarat dan tertarik berkerja di bidang media silahkan mengirimkan CV terbaru dan aplikasi ke :

vinna.alatas@gmail.com atau vinna.alatas@gwenmagz.com

dengan subject : Social Media Specialist

due date : 18 January 2018

Nganggur? Lakukan Hal Ini Agar Tetap Produktif

Hai lulusan baru, wah hari-hari sibuk yang penuh kegiatan dan perjuangan usai sudah ya. Saat ini, kamu tinggal merasakan manis-manisnya buah perjuangan selama mengenyam pendidikan sampai akhirnya kamu berhasil lulus. Namun, hari-hari yang penuh kesibukan selama menjalankan rutinitas pendidikan membuat kamu jadi merasa sepi dan kurang produktif lagi karena lebih banyak menganggur untuk menunggu kesempatan kerja yang sudah kamu lamar. Nah, supaya gak nganggur-nganggur banget, nih  ada baiknya kamu mengisi waktu agar lebih bermanfaat dan tubuhmu tetap terbawa beraktifitas.

1. Tetap atur jadwal

Jadwal. Mungkin ini kebiasaan yang sangat berpengaruh karena jadwal bisa jadi masuk dalam siklus kehidupan kamu sehari-hari sebelum kamu akhirnya benar-benar punya waktu luang yang sangat luang sekali. Baiknya, kamu tetap patuh pada kegiata rutin seperti bangun pagi, jam makan siang, sampai dengan istirahat malam agar tubuh kamu tidak kaget dan tidak harus beradaptasi lagi. Mungkin bedanya hanya, kamu bisa mengatur jadwal bangun pagi yang tidak terlalu pagi seperti saat kamu akan mengejar waktu untuk kelas pagi dan takut terlambat. Manfaatnya adalah, dengan jadwal ini akan membuat kamu terbiasa untuk disiplin dan ketika kamu bekerja nanti, kamu tidak akan merasa keteteran atau kesulitan dengan pengaturan waktu.

2. Olahraga

Untuk mengisi waktu luang bangun pagimu yang sesuai jadwal, kamu bisa kok lakukan kegiatan bermanfaat lainnya seperti berolahraga. Jangan biasakan mendiamkan otot-otot dan sendi kamu dalam waktu yang lama dengan alasan kamu menganggur, bisa saja mereka semua akan mengalami kaku dan kram karena jarang digerakan. Tak pelru lakukan olahraga yang berat seperti di tempat fitness atau gym, gerakan tubuh yang perlahan seperti yoga, stretching ringan, atau berjalan-jalan di sekitar rumah bisa menjadi pilihan yang sederhana namun bermanfaat luar biasa. Olahraga akan membuat tubuhmu sehat, bugar,  dan juga memberikan performa yang baik.

 

3. Bekerja online

Online. Pengertian ini memang cukup luas mengingat dunia online sangatlah luas dan memudahkan. Bekerja secara online ini bisa dalam hal sebuah ikatan kerja yang memang dilakukan secara online atau kamu sebagai pekerja freelance. Atau kamu bisa juga menjualkan barang-barang secara online dan menjadi online shop. Sangat banyak platform online yang menyediakan “lapak” gratis untuk kamu bila ingin menjajakan daganganmu secara online.

 

4. Berorganisasi

Saat-saat menganggur, merupakan saat yang cocok untuk berorganisasi. Cara ini akan membantu kamu melatih kemampuan-kemampun soft-skill, memperluas jaringan, dan tentunya dapat menambah pengalaman. Berorganisasi ini bisa dalam bentuk apa saja, kamu bisa juga turut bergabung dalam sebuah event yang sifatnya temporer untuk menjadi bagian dari tim mereka. Atau kamu juga bisa bergabung dalam sebuah komunitas dan kelompok kecil dalam suatu bidang. Jangan pernah berfikir bahwa berorganisasi ini tidak menguntungkan lho, kamu bisa belajar banyak hal tentang kerjasama tim yang akan bermanfaat ketika kamu resmi sebagai seorang pekerja nanti dan tak jarang kamu juga bisa memperoleh sedikit pemasukan untuk dompet kamu.

5. Traveling

Bila kamu memang sudah merencanakan ingin melakukan traveling saat sudah menjadi lulusan baru nanti, mungkin kamu sudah harus memiliki persiapan pada waktu kamu belum lulus. Persiapannya tentunya mulai dari rencana yang matang, kelengkapan dokumen bila kamu ingin pergi ke luar negeri, dan yang sangat penting tentunya anggaran. Banyak lulusan baru yang melakukan perjalanan sebagai reward bagi diri mereka sendiri setelah menyelesaikan pendidikan, biasanya mereka sudah menabung dan mempersiapkan diri. Mindset bahwa traveling hanya “buang-buang uang” agaknya perlu dihilangkan, karena dari traveling seseorang akan lebih banyak lagi belajar mengenai kehidupan dan budaya.

Sulit Dapat Kerja? Manfaatkan Ranah Digital.

Banyak sekali orang yang cukup sering mengeluh mengenai sulitnya mencari pekerjaan karena banyak hal dan banyak faktor. Namun ada satu hal yang mungkin terlupa, apakah itu?

Mangapa tidak memanfaatkan dunia digital? Kamu tentu punya akun-akun media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram bukan? Coba manfaatkn itu lebih maksimal lagi.

1.Buat akun LinkedIn

Nah, jangan cuman pakai akun media sosial buat curhat-curhat aja nih, Ladies. Kamu bisa juga memanfaatkan satu platform media sosial yang dapat meningkatkan profesionalitas kamu. Coba buat akun LinkedIn yang akan terkoneksi dan membuat kamu mudah dicari oleh perusahaan-perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja. LinkedIn bekerja layaknya sebuah platform rekruitmen, disana kamu juga akan menemukan lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan kamu dan yang kamu butuhkan.

Hei, di LinkedIn selalu ada rekruiter yang bila kamu beruntung, ia akan langsung menghubungi kamu melalui message lho.

2.Serbu situs-situs pencari kerja

Zaman sekarang ini, udah jarang banget kan orang yang cari lowongan kerja dari media cetak. Walaupun sudah jarang, namun tetap ada. Nah, kamu tentu mengetahui situs-situs lowongan kerja yang ada di media digital. Dari sana kamu akan mendapatkan banyak informasi mengenai lowongan pekerjaan dan informasi mengenai perusahaan dimana kamu akan memasukan aplikasi kamu nanti. Yang memudahkan adalah, biasanya kamu hanya perlu membuat satu akun dalam situs lowongan kerja tersebut, dan mengunggah CV. Ketika kamu meng-klik apply pada lowongan kerja yang diiklankan, CV dan aplikasi kamu langsung terkirim.

3.Bangun portofolio dalam blog atau website pribadi

Ranah digital menyediakan sarana promosi diri yang sangat besar dan potensial bahkan gratis. Melalui blog ataupun website pribadi kamu bisa mencoba untuk membuat portofolio diri dengan beberapa artikel yang bisa kamu buat berdasarkan pengalaman-pengalaman menarik kamu. Melalui blog atau website yang kamu buat, rekruiter tentu bisa menilai bagaimana pribadi kamu di situs pribadi kamu. Makanya, dalam hal pembuatan portofolio, jangan lupa membuat portofolio yang baik dan bagus ya, Ladies. Anggap saja, portofolio tersebut merupakan protofolio profesional.

Penting! Cara Ampuh Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja yang Paling Sulit

Memperoleh pekerjaan memang merupakan kebutuhan bagi setiap insan. Tidak peduli seberapa percaya dirinya kamu, atau seberapa siap penampilan kamu untuk sebuah sesi wawancara kerja (di bank misalnya), kamu tentu akan kebingungan dan merasa gugup bila ditanyakan sesuatu yang sulit untuk dijawab atau tidak mendapat jawaban.

Sebagai seorang calon pekerja pada sebuah perusahaan, kamu memiliki beban untuk membuat pihak pewawancara tertarik terhadap personalmu, apalagi bila pewawancara memang merupakan orang yang cukup jeli, teliti, bahkan pertanyaannya cukup mengejutkan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui motivasi, latar belakang, dan tipe calon pekerja.

Berikut ini merupakan tips wawancara kerja agar diterima yang diberikan oleh Dana White, seorang penasehat CEO mengenai cara menyampaikan jawaban bagi pertanyaan mengejutkan yang terlontar dari pewawancara.

  1. Dihormati atau ditakuti?

Jawablah dengan : “Saya lebih suka dihormati. Sejatinya, dalam setiap fase hidup, ketakutan lebih membuat mental menjadi drop karena terlalu khawatir dan dirundung kecemasan. Saling menghormati merupakan nilai universal yang sudah selayaknya dilakukan oleh setiap lapisan manusia, tidak soal usia atau pengalaman, namun soal cara pandang, hasil karya, dan aspirasi tentunya setiap orang perlu untuk dihormati. Kerjasama antara karyawan dan manager, atau seluruh staff pekerja akan semakin sukses dan tumbuh bersama, bukan saling menakut-nakuti.”

Pertanyaan jenis ini akan membuka karakter asli mu sebagai calon pekerja. Pihak pewawancara ingin melihat masa depan seperti apa yang akan kamu bentuk bila tergabung dalam perusahaan mereka suatu hari nanti.

  1. Bagaimana tipikal manajer yang buruk menurut kamu?

Jawablah dengan : “Dia merupakan tipikal orang yang tidak beorientasi pada solidaritas. Tidak mau membantu sesama pekerjanya untuk bertumbuh. Menurut saya, manajer yang tidak baik adalah mereka yang tidak melihat potensi dan tidak memberikan masukan dan arahan, juga tidak memanfaatkan kemampuan saya melakukan apa yang saya bisa kerahkan dan lakukan terhadap perusahaan terutama bila saya pada posisi dan perusahaan yang sangat saya suka.”

Bila kamu ingin menunjukan bahwa kamu profesional, tanpa perlu menyebutkan nama jawablah pertanyaan tersebut dengan jujur. Dan penyampaian dalam rupa sebab-akibat.

  1. Berapa gaji yang kira-kira akan kamu dapatkan?

Percayalah, ini merupakan pertanyaan dilematis. Bila kamu sudah pernah melalui sebuah wawancara kerja, kamu pasti akan sangat ragu-ragu untuk menjawabnya, karena kamu tentu merasa mungkin kurang sopan untuk menjawabnya. Maka,

Jawablah dengan : “Pada saat saya berpikir untuk melamar pekerjaan ini, saya jelas tidak main-main dalam menentukan pilihan. Tentu saja pekerjaan yang ingin saya lakukan adalah pekerjaan yang sesuai dengan minat dan passion saya. Setelah itu, gaji yang akan saya terima sepatutnya adalah gaji yang sesuai dengan pertimbangan perusahaan atas tanggung jawab dan peran yang akan saya emban.”

Kamu cukup menunjukan bahwa kamu paham betul dengan perkiraan upahmu pada posisi dan perusahaan tersebut. Tak perlu menjawab dengan nilai nominal kecuali pihak perusahaan memang menanyakannya kepadamu untuk mengetahui berapa ekspektasimu.

Tips tambahan untuk kamu pada saat melamar pekerjaan:

Ketahuilah dengan baik profil perusahaan, melakukan browsing pada akun-akun atau situs resmi calon perusahaan tempat mu bekerja bukan sesuatu yang salah. Jangan sampai, kamu benar-benar minim pengetahuan tentang perusahaan tersebut. Dan bila ada hal kurang jelas yang ingin kamu ketahui lebih lanjut soal profil perusahaan tersebut, baiknya kamu bertanya pada saat sesi wawancara. Percayalah selain menambah informasi, dengan begini kamu akan menciptakan kesan bahwa kamu juga siap berkembang.

Mulai Tentang Keahlian sampai Menyalahkan Komputer, Berikut Ini Hal Fatal yang Sering Terjadi di Tempat Kerja.

Ketika berinteraksi dengan orang-orang yang ada di lingkungan kerja, kamu pasti akan bertemu segelintir orang yang dengan terpaksa atau tidak, sengaja atau tidak, akan melakukan kebohongan-kebohongan kecil. Mulai dari suka membesar-besarkan suatu pencapaian kerja, berpura-pura ada meeting, dan lain-lainnya.

Terkadang melontarkan “White Lie” yang tidak merugikan memang tidak ada salahnya, mungkin karena terpaksa melakukannya, untuk membereskan pekerjaan lain atau keperluan lain dan sebagai usaha untuk menjaga situasi hubungan kerja agar tetap baik dan damai. Namun ada beberapa kebohongan yang bisa dikatakan bukan “White Lie” karena bisa berakibat fatal. Bukan hanya bisa dilacak, tetapi juga akan berakibat pada reputasi pekerja.  Nah, hal ini perlu menjadi perhatian penting ya Ladies.

1.Berbohong soal skill

Keahlian memang menjadi sangat penting, terutama dalam dunia kerja. Bagi yang memiliki keahlian spesifik, tentu saja akan memiliki nilai lebih dan tempat kerja akan membutuhkannya. Namun, tahukah kamu bahwa kebohongan jenis ini seringkali terjadi, pada sesi wawancara kerja dan pengisian CV. Mungkin kamu ingin mendongkrak CV dan ‘menjual diri’ dengan menunjukan bahwa diri kamu kompeten dan layak untuk diterima bekerja. Namun, hal ini harus dihindari ya ladies, karena ini akan fatal ketika atasan kamu meminta kamu mengerjakan tugas dengan “fake skill” yang sebelumya pernah kamu utarakan.

2.Menyalahkan komputer atau perangkat lain ketika pekerjaan terbengkalai

Kebohongan mengenai perangkat sistem ini juga bisa saja terjadi. Mungkin ada alasan baik di baliknya, mungkin kamu ingin membereskan pekerjaan lain terlebih dahulu dan agar tidak ditugaskan pekerjaan lain jadinya kamu berbohong soal sistem dan komputer yang bermasalah. Hati-hati ya Ladies, karena kebohongan seperti ini mudah dilacak. Ketika kamu mengatakan bahwa komputer dikantor bermasalah, pihak kantor akan segera memeriksanya. Lain hal bila yang kamu gunakan adalah sistem dan perangkat pribadi. Jangan sampai reputasimu turun karena menyalahkan komputer, baiknya kamu jujur bahwa sedang banyak pekerjaan yang kamu kerjakan, dan kamu sedang belum bisa menerima tugas baru lagi.

3.Izin sakit atau harus ke pemakaman

Kebohongan jenis ini, jelas merupakan kebohongan yang “aman”, namun berhati-hatilah jika sering melakukan izin karena sakit tanpa surat dokter. Terlalu sering berkata bahwa kamu sedang sakit, atau mengalami gejala-gelaja sakit ringan lainnya akan membuat atasan ataupun rekan kerjamu curiga. Sama hal nya dengan kebohongan mengenai kematian, bisa membuat kamu “terjebak” terutama bila kamu memalsukan kematian kerabat atau orang terdekat lainnya. Hmm, hindari mengada ngada ya Ladies.

4.Berbohong untuk bergosip

Nampaknya gossip memang sudah menjadi bumbu yang seru dalam setiap keadaan. Terutama di tempat kerja, ketika pekerjaan sendiri sedang hectic. Gosip bisa menjadi perbincangan seru dalam mewarnai dunia pekerjaan. Namun, mengarang cerita atau kebohongan dalam upaya menciptakan gosip jelas sangat tidak baik. Dan akan membuat status sosialmu runtuh seketika, dan tidak akan dipercaya lagi oleh siapapun saat sang korban gossip apapun dan siapapun itu bisa membuktikan kebenarannya. Nah, biasanya wanita suka nih dengan gosip dan rumor, namun jangan sampai mengarang-ngarang cerita yang merugikan orang lain ya.

Ladies, Inilah Cara Membuat Surat Lamaran Yang Ampuh!

Pekerjaan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan, karena dengan sebuah pekerjaan maka kebutuhan sehari-hari akan terpenuhi dengan penghasilan yang didapatkan. Pekerjaan yang bisa dilakukan tentunya sangat banyak, misalnya dalam perusahaan, toko, ataupun tempat lain.

Berbicara tentang pekerjaan, tentunya dalam melamar pekerjaan membutuhkan surat lamaran pekerjaan. Surat ini dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan agar lamaran yang dilakukan dapat diterima, karena dengan adanya surat ini suatu perusahaan atau tempat yang akan dilamar lainnya dapat memperoleh data diri anda. Sehingga perusahaan atau tempat lainnya dapat dengan mudah mengidentifikasi diri anda.

Dalam membuat surat lamaran pekerjaan tentunya tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, karena dari surat lamaran pekerjaan yang anda buat akan menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam menerima anda.

Dengan begitu sebelum anda membuat surat lamaran pekerjaan tentunya anda harus memperhatikan beberapa hal, berikut ini struktur surat lamaran pekerjaan:

1.Kepala surat atau judul

Judul atau kepala surat ini salah satunya adalah berisi tentang tujuan atau maksud dari surat lamaran pekerjaan yang akan anda buat. Sehingga dengan adanya kepala surat ini maka sebuah perusahaan akan mudah mengidentifikai calon mitranya.

2. Nama perusahaan

Hal yang paling terpenting yang tak boleh dilupakan adalah nama perusahaan yang akan anda tuju. Penulisan perusahaan yang di tuju ini berfungsi untuk memperjelas kepada siapa lamaran pekerjaan yang anda buat.

3. Data diri

Hal yang tak kalah penting lainnya dalam menulis surat lamaran pekerjaan adalah data diri anda, karena keterangan tentang data diri anda sangat diperlukan agar perusahaan mudah untuk mengidentifikasi anda.

4. Lampiran

Lampiran biasanya berisi ijazah, foto copy ktp, atau lainnya yang akan menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk menerima surat lamaran pekerjaan anda. Di bagian lampiran ini anda juga dapat melampirkan pengalaman kerja atau keahlian yang anda miliki, misalnya sertifikat komputer atau lainnya.

5. Bahasa yang digunakan

Yang harus anda perhatikan lainnya adalah bahasa yang akan anda gunakan dalam penulisan surat lamaran pekerjaan. Dari bahasa yang anda gunakan maka sebuah perusahaan akan menilai keterampilan atau kepribadian anda. Bahasa yang digunakan dalam membuat surat lamaran pekerjaan yaitu dengan bahasa yang baik, benar dan baku, artinya tidak berbelit-belit dan ambigu.

6. Email altau Nomor Tlp.

Salah satu bagian terpenting yang tak boleh anda hilangkan adalah email atau nomor tlp., karena dengan adanya komponen ini akan memudahkan HRD untuk menghubungi anda jika surat lamaran yang anda buat diterima.

Setelah anda mengetahi struktur penulisan surat lamaran pekerjaan, berikut ini contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar

Jakarta, 19 Januari 2017

 

Kepada Yth.

HRD PT Nusa Abadi

Di Jln. Adi Sucipto No. 19 Jakarta

Hal                          : Permohonan Kerja Sama

Lampiran             : 4 bendel

Dengan hormat,

Saya yang bertandatangan dibawah ini

Nama                                    : Andi Susanto

Tempat, tanggal lahir      : Jakarta, 15 Desmber 1986

Alamat                                  : Jln. Pangeran Diponegoro No. 7, Jakarta Selatan

Email                                     : Andi.sus@gmail.com

No tlp                                    : 082675432100

Dengan surat ini saya bermaksud untuk melamar pekerjaan di perusahaan PT Nusa Abadi yang bapak pimpin, untuk menjadi pertimbangan dengan ini saya lampirkan beberapa berkas

  1. Daftar Riwayat Hidup
  2. Fotocopy Ijazah
  3. Fotocopy Sertifikat Komputer
  4. Fotocopy Sertifikat Bahasa Inggris

Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya buat dengan sebenar-benaranya. Atas perhatiannya saya sampaikan terimakasih.

Hormat saya

Ttd

Andi Santoso